Kenapa permohonan visa gue ditolak?

[ header image source ]

Sejauh ini, gue perhatiin ada beberapa hal yang paling sering menjadi alasan penolakan visa. Tentunya ini bukan daftar alasan penolakan visa yang komplet, dan masih banyak alasan lainnya.

Yang jelas, kalau visa lo ditolak, alasannya akan disampaikan dalam surat yang disertakan. Surat ini juga menyertakan informasi mengenai cara mengajukan banding kalo lo engga setuju dengan keputusannya.

Jadi mohon jangan berargumentasi dengan staff VFS/TLS Contact/Konsulat karena engga akan ngaruh mau mulut sampe berbusa-busa.

.
kalau ada yang mau konsultasi seputar visa ke gue, silahkan baca caranya di sini

.

*

– (khusus visa schengen) permohonan ditujukan ke negara yang salah.
Rencana travelling ke berbagai negara schengen? Pastiin permohonan visanya diajukan melalui negara yang tepat, yaitu negara tujuan utama.
Misalnya, mau ikut seminar di Belanda, tapi sebelumnya mau jalan-jalan ke Perancis dan sesudah seminar masih mau ke Jerman … apply visa tetap melalui Belanda dan sertakan surat undangannya.
Contoh lain, mau jalan-jalan ke Italia, Perancis, dan Spanyol. Apply visa melalui negara dimana lo berada paling lama. Kalau jangka waktunya sama semua, apply melalui negara yang pertama elo singgahi.

*Poin ini penting banget karena masih banyak orang yang apply visa schengen berdasarkan menurut mereka negara schengen mana yang proses permohonan visanya paling gampang. Jangan sekali-kali apply visa melalui suatu negara cuma karena alasan ini, kecuali kalau elo emang bisa men-support application dan pilihan lo dengan dokumen dan rencana perjalanan yang meyakinkan.*

*

– Mengisi formulir salah.
Yah ini masalah ketelitian / pemahaman aja sih, jadi make sure formulirnya dicermati.

*

– Bukti kurang kuat kalau elo bakal balik ke Indonesia.
Nah ini paling sering (denger-denger dari banyak complaint) terjadi kalau elo apply menggunakan sponsor orang sono. Apalagi kalau doi statusnya pacar, tapi oleh pihak visa section hubungan kalian berbau-bau mencurigakan.

Misalnya:
~ Kenal dari dunia maya / online dan belum pernah ketemu langsung sebelumnya.
~ Baru berpacaran / kenal beberapa bulan.
~ Elo belom pernah keluar negeri / negara ber-visa sebelumnya, atau justru sudah sering apply visa yang sama tapi sponsor/pacarnya beda-beda mulu.

Dalam kasus seperti ini, bukti tiket pulang-pergi saja, serta bukti keuangan bahwa sponsor mampu menanggung biaya elo aja, belum tentu cukup.
Sertakan juga surat keterangan kerja/kuliah elo. Kalau lu emang engga bekerja ataupun kuliah, ya … susah, sih, karena surat kepemilikan tanah/properti engga selalu cukup untuk membuktikan kalau elo bakal balik (tanah bisa dikontrakin, bisnis pribadi pun dianggap masih bisa elo jalanin walaupun elo di luar negeri).

*

– Tujuan perjalanan lo kurang jelas.
Paling sering gue denger dari penggemar backpacking yang engga punya plan mau ke negara mana saja, kapan saja, dan buat apa saja.
Sertakan tiket-tiket kereta, bis, atau pesawat antar negara kalau elo emang akan travelling ke beberapa negara. Reservasi hotel/hostel juga harus jelas untuk tiap negara.

Kalau tujuan utama adalah untuk lomba/konferensi/sejenisnya, wajib siapkan surat undangannya. Kalau memang mau jalan-jalan setelah/sesudahnya, sertakan juga bukti-bukti reservasi elo setelah acara utama sudah kelar.

Kalau elo dari Indonesia terbang ke negara X tapi balik ke Indonesia dari negara Y, pastikan elo sertakan juga bukti tiket dari negara X ke negara Y.
Kalau ada bagian interview pas pengajuan visa, pastiin elo udah siap ngejelasin tujuan utama elo ngapain, negara serta kegiatan apa aja yang bakal lo kunjungin, etc.

*

– Kesalahan teknis.
Ya, ini juga engga mustahil terjadi. Contohnya, ada suatu kasus dimana permohonan visa ditolak karena menurut visa officer, tidak ada bukti yang mendukung tujuan bepergian si pemohon (tujuan pemohon waktu itu adalah untuk menghadiri Konferensi X).
Padahal menurut pemohon, dia sudah menyertakan undangan resmi, alamat dan nomor kontak pengundang, surat keterangan kampus, dsb.
Dalam kasus ini, pemohon mengajukan banding dengan penjelasan beserta bukti-bukti pendukung karena merasa dokumen sudah lengkap. Setelah ditelusuri dan direview, ternyata bukti-bukti di atas tidak masuk ke dalam sistem / data pemohon visa. Akhirnya keputusan penolakan visanya dicabut dan pemohon diberi visa.

Tapi ingat, pengajuan banding bisa (relatif) cepat, bisa juga berbulan-bulan. Dan hasilnya belum tentu positif.

*

– Dokumen lo ada yang salah atau tidak valid.
Misalnya:
~ koran rekening yang lo sertakan dicetak lebih lama dari satu bulan terakhir
~ surat keterangan kerja/kuliah yang engga resmi (engga ada kop surat, alamat, nomor telepon, dan/atau tanda tangan serta cap)
~ “uang kaget” yaitu duit dalam rekening koran yang tiba-tiba melonjak naek
~ asuransi yang tidak mencukupi
~ jumlah tabungan yang tidak mencukupi
~ paspor rusak, tidak cukup masa berlakunya, atau tidak cukup halaman kosong

*

– Sejarah tindakan kriminal.
Misalnya:
~ pernah melakukan pelanggaran keimigrasian / visa
~ paspor palsu
~ pernah terlibat dalam tindakan kriminal tertentu, seperti terorisme, penyebaran/penjualan narkoba, penyiksaan/pelecehan/kekerasan anak, dsb.

*

– Elu pada dasarnya dianggap mencurigakan.
Misalnya, kalau ada bagian interview, jawaban elo engga jelas dan/atau engga konsisten, berubah terus, dsb.
Elo memberi keterangan palsu. Dalam kata lain, bohong. Hati-hati, karena elo engga tau informasi apa yang diketahui tentang diri lo.

Baca kisah pemohon visa ketahuan memberi keterangan palsu.

*

Punya pengalaman visa ditolak? Monggo di-share!

Advertisements

40 thoughts on “Kenapa permohonan visa gue ditolak?

  1. Saya dulu buat visa schengen prancis. berkas permohonan hampir ditolak sama petugas loket TLS contact. Gara2 di asuransi perjalanan saya tertulis negara tujuan Prancis. Menurut petugas TLS harusnya tulisannya Schengen.
    Saya beli asuransinya online dan ga ada option Schengen di list negara tujuan. Jadi saya centang Prancis.. Bukan salah saya dong 😭😭😭. Masa saya harus balik lagi ke Bali, benerin asuransi perjalanan, bikin ulang janji temu, terus balik lagi ke jakarta? Tapi petugas loketnya gak mau tau..

    Like

      1. Waduh, terus akhirnya gimana mba? Beli asuransi baru?? di polisnya tertulis engga negara mana saja yg berlaku?
Memang persyaratan visa ini kadang bikin stress gara-gara hal-hal di luar dugaan 😞

        Like

      2. Argumen petugas loket, karena ada tulisan dalam kurung (Prancis) di negara tujuan, takutnya asuransi saya ga diterima kalau saya kena masalah di negara Schengen lain di luar Prancis. Saya jelaskan kalau saya cuma mau ke Prancis, ga mau jalan2 ke negara lain lagi. Tapi tetep ga bisa.

        Untungnya waktu ke TLS contact suami ikutan. Jadi dia yang ngotot2an minta ke petugas loket panggil atasannya. Terus atasannya, orang Prancis juga, datang, kita jelasin lagi dan akhirnya berkas saya diterima. Bisa ambil data biometrik hari itu juga. Nanti syarat asuransi perjalanan yang kurang itu langsung diemail ke embassy.

        Saya telepon ke asuransinya minta dibuatkan ulang. Tapi mereka ga mau. Akhirnya beli yang baru dari asuransi lain. Lumayan uangnya hangus 😢. Untung lolos visa saya 🙏

        Like

  2. Aku pernah ditolak kak. Alasan resminya sih krn mereka gk yakin aku bisa meng-cover biaya liburku waktu itu. Menurutku sih kasarnya, gara2 jumlah tabunganku gk mencukupi.

    Padahal kak sbnrnya pacarku yg bakal meng-cover biayaku selama disana, emg sengaja apply visa tourist pribadi sih krn denger2 kalau pake sponsor dgn status pacar malah jadi tambah susah dapet visanya.

    Yaudah kita apply lg tourist visa, tp pacarku ngasi duit tambahan ke rekeningku, beberapa puluh juta rupiah kak, tapi tetep ditolak lagi. Pasrah bgt aku kak, gk tau lagi gmn. Kita mau coba lg apply lewat negara lain.

    Like

    1. Halo Liselle, sayang ya visanya ditolak dua kali 😦

      Setauku sih memang riskan kalau ada “duit kaget” yang tiba-tiba masuk ke rekening bank. Yang dilihat bukan murni jumlah uang yang ada di tabungan, tapi juga konsisten atau tidaknya aliran dana. Kalau “uang kaget” malah lebih mencurigakan.

      Like

  3. Halo mba, salam kenal.

    Mau nanya dong, aku udah bikin appointment dengan kedutaan Jerman untuk minggu depan. Denger2 apply lewat kedutaan Jerman susah ya, tapi aku pasrah aja.. tiket jakarta-Düsseldorf udah issued (karena promo).
    Selama ini aku klo apply visa nggak pernah pake sponsor, takutnya malah ribet dan dicurigain. Untungnya visa aku lolos2 aja (U.K. dan U.S).
    Nah, kali ini mau apply visa schengen agak deg2an karena statusnya udah resign dari kerjaan.
    Menurut mba gimana ya baiknya? Sebenernya ada bisnis kecil2an tapi belum ada SIUP nya juga. Aku ragu2 di form mau tulis status nya “unemployed” atau “self employed”. Klo aku tulis no occupation atau unemployed, kira2 jadi masalah nggak ya? Atau aku harus bikin semacam Surat pernyataan gitu plus Surat keterangan resign dari tempat kerja sebelumnya? Klopun nanti di interview, aku akan jawab apa ada nya aja bilang “in between jobs because I wanna see the world”. Aku resign udah dari 6 bulan yg lalu. Abis resign aku sempet ke US 2 bulan. Visa US ku masih berlaku sampai 2021.
    Kira2 bakal jadi masalah nggak ya apply visa schengen lewat kedutaan Jerman dengan status pengangguran? Dokumen atau Surat pernyataan apa yg mesti aku lampirin?
    Syarat2 saldo tabungan aman, plus 3 cc, stempel di passport juga lumayan banyak (negara bebas visa, UK, US), nggak pernah overstay. Kendalaku cuma di masalah status pekerjaan aja.
    Back up plan ku klo direject (amit2 jangan sampai) mau ke US lagi aja coz klo kesana nggak perlu apply visa lagi hehe..

    Thanks mba atas saran nya 🙂

    Like

    1. Halo juga…

      Kalau mau nulis status sebagai “self-employed” setauku memang harus menyertakan bukti-buktinya. Kalau belum ada SIUP paling engga harus menyertakan bukti tax return, bank statement milik usaha, dsb. Kalau hanya menyatakan diri sebagai “self-employed” tapi tanpa ada bukti apa-apa, percuma saja menurutku.

      Bisa-bisa aja sebagai orang unemployed dapet schengen tourist visa. Sebenarnya kan pekerjaan/usaha hanya diperlukan sebagai (salah satu) bukti bahwa kita akan kembali ke Indonesia. Kalau tidak ada pekerjaan, ya asalkan ada bukti-bukti atau faktor-faktor lain yang menunjukkan bahwa kita tidak bermaksud menjadi illegal worker / illegal immigrant di sana, ya tidak akan ada masalah. Nanti banyak faktor yang dilihat, selain dari pekerjaan dan jumlah stempel di visa. Termasuk rencana ke Eropanya untuk berapa lama, tujuan dan agendanya meyakinkan atau tidak, dsb.

      Sebisa mungkin sertain aja bukti-bukti aset Winwin di Indonesia, entah itu kontrak rumah/apartemen/tanah atau apapun. Kalau mau menyertakan surat pernyataan untuk menjelaskan aset-aset itu tadi juga engga ada salahnya.

      Menurutku juga mau apply melalui kedutaan apapun sama saja dari segi gampang-susahnya. Kantor imigrasi semua negara (apalagi schengen) kan concernnya sama semua… cuma pasti memang ada sedikit unsur keberuntungan juga, kalau visa applicationnya kebetulan diperiksa oleh orang yang lebih saklek.

      Semoga berhasil!

      Like

      1. Thanks Miss Mae atas penjelasannya yang sangat informatif 😊

        Okay, ntar klo udah kelar urusan visanya aku main2 kesini lagi update pengalamanku. Hehe..
        Ini lagi email2an sama pihak hotel satu2 minta booking confirmation dari mereka.

        Thanks Miss Mae atas saran nya. Sukses buat semua.

        Like

      2. I’m back!

        Mau update. Baru balik dari kedutaan buat ambil passport, dan hasilnya… approved!! Multiple entry 19 hari.. Yay!!
        Akhir nya kegalauanku selama berminggu2 terjawab.

        Btw, akhir nya aku nekat nulis status “No Occupation” dan tanpa sponsor 😂.
        Abisnya pikir2 ribet juga klo pilih self employed, mesti ngelampirin ini itu. Klo unemployed, nggak ada yang perlu dilampirin 😛. Tapi, untuk lebih meyakinkan aku bikin statement letter yang menyatakan klo aku nggak akan cari kerja disana dan akan balik ke indonesia. Aku lampirin juga statement letter yang ditandatanganin ibu ku sebagai jaminannya, tapi financial statement ibu ku nggak aku lampirkan karena aku sendiri yang menanggung semua biaya perjalanan.

        Oya, point yang paling penting lagi.. rencana perjalanan mesti di bikin sejelas2nya biar meyakinkan. Karena aku nggak pake sponsor, tentunya bukti2 reservasi hotel dan transportasi bener2 diliat sama mereka. Bukti konfirmasi hotel harus atas nama sendiri (ini point penting bgt.. karena pas aku kasih dokumen2..bagian ini yang langsung di liat), terus harus jelas dan detail tanggal sekian sampai sekian ada di negara mana.

        Sempet deg2an karena aku ngisi status ku pengangguran. Buat jaga2, aku lampirin Surat Keterangan Resign dari tempat kerja terakhir yang mencantumkan jabatan terakhirku disitu. Aku pikir aku bakal di interview mendalam masalah statusku yang pengangguran. Ternyata, aku cuma di tanya kenapa resign. Aku jawab aja dengan jujur “pengen istirahat dari kehidupan corporate slave sejenak untuk traveling dan inisiasi bisnis”. Petugasnya langsung ngangguk dan mengerti 🙂

        Kesimpulannya, urus visa schengen lewat kedutaan Jerman nggak seribet dan seseram yang orang bilang. Katanya, Jerman terkenal paling pelit approve visa. Tapi bener kata Miss Mae, dari negara manapun sama aja.. asal tujuan kita kesana jelas mau ngapain dan bisa meyakinkan mereka klo kita nggak akan jadi illegal immigrant disana. Thanks Miss Mae untuk saran nya. Ternyata apply dari Jerman nggak ribet kok, petugasnya juga ramah dan helpful menurutku, dan prosesnya cepet banget cuma 3 hari kerja.

        Oya, klo aku pribadi lebih suka nggak pake sponsor karena kebayang aja betapa repotnya orang yang mau dijadiin sponsor mesti nyiapin Surat ini itu plus mesti legalisir ke walikota.. heboh banget kan 😂. Udah gitu, belum lagi ntar pasti sama petugasnya ditanyain ini itu tentang hubungan sama si pemberi sponsor. Salah2 yang ada malah dicurigain, yang berujung visa ditolak (amit2 hihii)

        Thanks Miss Mae. Aku baca tulisanmu yang lain, keren2 tulisannya. Aku baca juga tulisanmu tentang mbak2 yang ketahuan bohong terus ditolak visanya.. sereeem!😂

        Like

      3. Thanks, udah bagi pengalamannya.

        Selamat ya, visanya disetujui. Memang application yang lengkap dan jelas seperti itu, udah pasti kemungkinan disetujuinya juga akan jadi jauh lebih besar, mau kita punya pekerjaan tetap atau unemployed. Selamat berlibur!

        Like

  4. Thank s sharing nya. Btw mau apply visa schengen, beberapa documents sdh dipersiapkan. Cuman, beberap blog ga ada yg info terang-terangan berapa jumlah minimal saldo yg mengendap di bank. Saya sih saat ini tidak sampai 50jt.
    June rencara berangkat, aply visa april. Apakah cukup waktunya…
    Btw.. Untuk ada blog ini.. Membantu sekali informasinya.

    Like

  5. Wahhh tulisannya sangat membantu untuk yang mau buat visa.
    Aku tgl 30 kmaren udah apply visa schengen via belanda.. rencana perjalanan 30hari pun sudah aku lampirkan, tapi untuk bookingan bus dan kereta api gak dilampirin, duh deg2an nihh..
    sebenernya aku ke europe mau ketemu keluarga nya pacarku, dia warganegara jerman. menurut artikel2 yang aku baca, katanya apply lewat jerman rada ribet dibandingkan belanda..
    Alhasil aku apply tourist visa, dan pacar akan jemput di belanda..
    Smua sih udah aku lampirin, rekening koran juga sudah dilampirin.. gak sampe 50 juta..di bulan feb-maret awal normal2 aja, nah di maret pertengahan – april itu ada uang yg masuk beberapa juta di dalam beberapa minggu
    ( kadang aku transfer dari rekening ku dr bank lain, kadang temen aku suruh transfer dan kadang setoran tunai melalui teller) nah aku agak takut nih.. mudah2an visa ku ke approve yaa.. disuruh menunggu maksimum 2minggu.

    doain yaaaaaa semoga di approve visa aku…

    Like

  6. Haloo.
    Mau nnya kalau visa ditolak. Apakah di e-mail diinformasikan. Atau die-mail cm diinfo bs diambil lalu hasilnya setelah dokumen diambil?

    Soalnya ud dpt e-mail dpt diambil tp ga ada info ditolak atau diterima 😦

    Makasih ya

    Like

  7. Hallo..saya mengajukan visa di VFS Surabaya pada April 2018 dan di tolak pada tanggal 2o April padahal harus brkt tanggal 03Mei. saya telah mengajukan banding pada awal mei melalui pos ke Ter Apel Belanda, cuman sampa 10 Juli ini belum ada kabar, ada yang tau bagaimana saya mencari konfirmasi terima kasih mohon info ke denny.0611@gmail.com

    Like

    1. Halo Denny, visanya visa apa? Short stay visit? Kemaren dapet surat/e-mail dari IND tidak? Seharusnya kalau dokumen sudah mereka terima, mereka akan mengirim surat/e-mail pemberitahuan, serta maksimal waktu untuk membuat keputusan.

      Waktu maksimal berbeda-beda tergantung tipe visa. Kalau sekarang sudah melewati batas maksimal waktu tersebut, langsung hubungi saja kantor IND nya.
      Kalau belum melewati waktu maksimal, percuma saja mau nelpon/e-mail.

      Like

  8. hai,,
    aku rencana mau berangkat ke Italy tanggal 26 november ini, dari sekarang emang udah grabak grubuk sih buat apply schengen italy ini.
    karna aku berngkat juga pure disponsor dari pasangan.
    dan dari agustus juga aku udah resign dari tempat kerja ku yang dulu, dan pas mau nyari kerja lagi, tapi malah ditahan karna disuruh ke ITALY buat ketemu sama keluarganya.

    nah pertanyaanya adalah, selama 3 bulan ke belakang, uang di rekening aku emang dari pasangan ku itu, supaya rekeningnya enggak mati dan tetap berjalan, dan nanti di akhir october dia akan transfer lagi sekitar 2500 euro sebagai syarat dari visa itu sendiri, overall sih, dana ini enggak akan jadi dana bimsalabim, karna sebelumnya pasanganku ini udah consist kirim tiap bulannya, apakah ini nanti akan jadi masalah enggak yah kalau semua dana kita itu dari pasangan yang akan kita temuin di italy nanti.

    dia juga bakalan kirim data rekening korannya, karna dia yang akan mensponsori selama aku stay disana.

    terus, apakah akan jadi masalah juga, kalau aku apply ke embassy untuk stay 20 hari, tapi kenyataanya aku stay sekitar 70 hariian, well, masa berlaku visanya khan kalau ke approve bisa sampai 90 hari.

    duuh, sumpah yah, buat visa schengen bener2 badaiii :((

    thanks

    Like

    1. Wah, kalau rencana stay 70 hari, kenapa ngaku hanya 20 hari? Memang bisa jadi visa schengen diberi untuk maksimal batas waktu 90 hari, tapi asal tahu saja itu belum tentu. Banyak juga orang-orang yang pernah aku bantu dapatnya ngepas, atau hanya 30 hari.

      Kalau tidak ada keterangan kerja sama sekali tapi uang masih masuk dalam nominal yang signifikan per bulannya, itu bisa jadi poin kecurigaan. Beberapa orang pernah ditolak visanya dengan alasan seperti “sumber dana yang tidak jelas” atau karena visa officer “tidak percaya pemohon visa memang betul-betul memiliki akses terhadap uang dalam rekeningnya” (paraphrasing—kata-kata persisnya gw lupa.). Kalau memang dia yang jadi sponsornya dan mba engga nunjukin rekening sendiri sih mungkin masih engga masalah karena engga akan ketauan.

      Tapi selain itu, kalau tidak ada bukti pekerjaan, apakah ada bukti ikatan dengan Indonesia lainnya?

      Like

      1. Nah itu dia mba, kita sih emang rencana mau nikah, aku udah minta dia untuk datng lagi ke indo, buat nikah dan bla bla, biar lebih mudah. Well, berhubungan dia bukan dari negri timur tengah yang iya iya aja untuk nikah siri atau tanpa keluarga, maka jadilah aku yang harus kesana dulu untuk ketemu ortu dia. Setelah itu baru ngomongin masalah selanjutnya.
        Aku pribadi sih, emang gak kefikiran untuk dtg ke italy, karna jujur, emang dari finansial kayaknya kurang ke cover.
        Aku juga udah punya anak dr pernikahan yg sebelumnya, apakah ini bisa jadi alasan yg kuat untuk jaminan bahwa memang aku akan balik lagi ke indo…

        Ohya diatas tadi mba mae bilang, kalau aku enggak nunjukin rekening aku mungkin okay, nah pertanyaanya bukanya harus selalu lampirin rekening kita juga yah?? Walaupun si sponsor ini udah lampirin juddisione letternya.

        Like

      2. Oh iya, mba ke Italia ya. Kalau visa schengen melalui Italia memang harus melampirkan rekening koran pribadi juga meskipun biaya ditanggung sponsor.

        Kalau punya anak di Indonesia yang masih dependen dan belum usia dewasa, mungkin bisa jadi bukti ikatan dengan Indonesia. Tapi ini tergantung juga dengan visa officer, apakah dia menganggap ini bukti yang kuat atau bukan.

        Kalau hanya untuk ketemu orang tua/keluarga dulu sebelum menikah, kenapa perlu 70 hari? Kalau saya yang visa officernya sih jelas akan ada unsur kecurigaan di situ. Rencana mba harus jelas, rinci, dan dapat dipertanggungjawabkan seluruhnya.

        OK, good luck, mba.

        Like

  9. Hallo mbak mae, salam kenal!
    Mau tanya sekalian mohon bantuannya, Saya baru saja di tolak visa schengen belanda 28 september lalu, oh iya visa yang saya apply adalah sponsor (aka pacar) dokumen lengkap ada gementee, surat dari sponsor sendiri, kontrak 1 tahun kedepan sekaligus slip gaji 3 bulan terakhirnya yg nomilalnya jauh lebih dari syarat yg ditentukan buat jadi sponsor, dokumen saya pun lengkap, ada juga surat dari tempat kerja saya kalau saya akan balik, saya tidak menyertakan keuangan saya karena all expenses dan accommodation provide dari si pacar, di passport saya banyak stamps karena hubungan kami udah jalan 2 tahun udah kemana”, (qatar alias ketemu disana pas kerja bareng di qatar airways, oman , singapore, maldives, indonesia) tapi yakin ga di tanyain tuh sama mbak” vfs buat nunjukin surat cinta atau foto mesra, mereka terima” aja dokumenku tanpa pertanyaan berlebih bahkan lengkap hanya sekali jalan, saya ga disuruh pulang dulu buat lengkapi atau di email buat submit remaining less letter dalam kasus di kasih waktu 1 hari kek atau paling enggak 2 jam pasti aku usahain buat email doank mah, tapi terakhir pas passportku balik ke tangan ga ada stiker malah dapet surat refusal 😭 (lebih sakit dari putus cinta). Pacar sedih tapi dia ga mau ngajukan banding karena ga tau caranya, malah ngotot banget suruh aku re-apply, aku masih trauma banget gini tapi diq ngeyakinin buat kasih bukti lebih, mulai dari stamps yg ada di passport selama kami liburan sama”, sampai foto”, surat dari orang tuanya, sampai list chat/call kami yg udah puluhan ribu jumlahnya. Dalam kasus aku aku ga tinggal di pulau jawa dan sekitarnya, tapi di batam jadi agak ribet kan ngurusnya.

    Nah, pertanyaannya mbak, apa mbak pernah di tolak? Aku nyari data cara ngajukan banding buat ngeyakinin pacar, karena menurut aku cuma 1 yg di conteng di surat refusal itu mereka ga yakin tentang hubungan kami, dan dibilang kalo tujuan ku berkunjung kesana kurang jelas, gimana mbak sarannya? Lebih baik ngajukan banding atau re-apply, soalnya ticket issuenya 3 minggu lagi.
    Jawaban mbak bakal sangat membantu

    Like

    1. Hai mba, sorry to hear pengalaman visanya.

      Untuk jawaban pertanyaan mba: Aku belum pernah ditolak visanya.
      Saat mengajukan schengen visit visa dengan sponsor pun, aku juga engga menunjukan bukti hubungan dengan pacar seperti foto/surat/chat/bukti tiket pesawat atau fotokopi visa saat jalan-jalan bersama, dsb. Dan juga hal-hal itu engga pernah diminta. Kebetulan saat itu aku juga sudah pacaran 2 tahun.
      Kalau belum baca, bisa juga dibaca detail lengkap berkas-berkas visa ku di: https://menurutmae.wordpress.com/2017/09/08/prosedur-permohonan-visa-kunjungan-singkat-schengen-dengan-sponsor-belanda/

      Semua dokumen yang mba sertakan tadi, kalau sudah benar dan resmi semua lengkap dengan kop surat, dsb. seharusnya sudah cukup.
      Kalau bukti-bukti seperti screenshot chat, foto-foto, dkk. itu hanya perlu disertakan kalau mau apply visa long term stay.. kalau visit doang engga perlu. Ya engga ada salahnya juga kalau mau ditambahkan, tapi kadang kalau terlalu banyak dokumen yang engga relevan ikut disertakan dalam berkas visa akhirnya engga akan disertakan juga nanti oleh VFS (mereka sifatnya hanya perantara).

      Memangnya surat penolakannya yang dicentang wording pasnya apa? Kalau boleh mengajukan banding, detail cara pengajuannya juga akan disampaikan di surat itu. Waktunya juga engga menentu, banyak orang yang hasil bandingnya cepat, tapi banyak juga yang hasilnya lama, jadi engga bisa diprediksi.

      Like

  10. Halo Mbak Mae dan Mba Ranty, salam kenal… Baru -baru ini saya apply visa schengen ke Prancis dengan sponsor pacar memang harus menyertakan bukti hubungan mbak… saat itu saya melampirkan surat dari pacar saya ditulis dia dan dikirim langsung dari Prancis ke Jakarta bersamaan dengan Attestation d’accueil (semacam gementee letternya Belanda). Alhamdulillah visa saya di approve. Untuk Mba Ranty jangan pantang menyerah.

    Like

    1. Halo mbak, sekali lagi tidak wajib. Saudara sepupu ku pacarnya orang Perancis (sekarang sudah menikah). Saat apply visa hanya menyertakan attestation d’accueil tapi tidak pernah diminta menyertakan foto/bukti chat/dsb. Belanda (negara tujuan Mba Ranty) juga sama–apalagi saya sudah apply visa turis dengan sponsor 3x (untuk visa saya sendiri, belum dengan hitungan membantu visa keluarga/teman/klien) dan tidak pernah satu kali pun aku diminta menunjukan bukti-bukti hubungan. Tapi sekali lagi, tidak ada salahnya kalau memang mau menyertakan bukti tsb.

      Tapi memang mending konfirm sendiri langsung melalui website imigrasi resmi negara yang bersangkutan, karena ketentuan bisa sewaktu-waktu berubah. Dokumen yang tertera di situ adalah dokumen wajib. Selain itu hanya tambahan saja, atau apabila diminta tambahannya melalui e-mail. Hingga saat ini sih belum ada tambahan yang mewajibkan bukti hubungan:

      Perancis: https://france-visas.gouv.fr/en_US/web/france-visas/ai-je-besoin-d-un-visa?p_p_id=NeedVisaApplication_WAR_fvfoportalvisasportlet&p_p_lifecycle=0&_NeedVisaApplication_WAR_fvfoportalvisasportlet_implicitModel=true

      Belanda: https://ind.nl/en/short-stay/Pages/Holiday-and-family-visit.aspx

      Like

      1. Wah…mba terimakasih jawabannya, aku hari ini baru aja re-apply lagi, dengan bukti” foto dan chatnya, emang bener kata mba buat long term harus pake gituan, tapi akunya telad donk ketemu blog mba sebelum apply yg pertama 😭, yah…mau nyari blog tentang ngurus visa sponsor pacar emang agak susah sih di internet, banyak yang ngajuin visa turis doank walaupun sebenernya ketemu pacar hehe…(aku kan jujur orangnya kayak mba mae 😋), jadiny aku kan ga tau kalau harus ada bukti gitu, 3 bulan itu termasuk long term ya mbak? Soalnya aku ngajuin buat yg 3 bulan biar bisa new year disana ceritanya, yah ngaku salah deh kalau gitu.

        Jadi, tadi yang ngurus mas” bukan mba” dan pas terima berkasku dia kaget tau aku baru aja di tolak visanya, tapi akhirnya diterima juga sih, gimana ya? Kog jadi tambah deg-degan, apa kalo mau re-apply ada minimum timenya 1-3 bulan setelahnya gitu ya?

        Kalo di tolak lagi sudahlah ga tau lagi aku, pacar bilang akan ngajukan banding setelah melihat hasil yg tidak memuaskan kedua kalinya (semoga enggak aamiin!), doa kan aku ya mba mba cantik yang bantuin dan semangatin akuh, mudah-mudahan kali ini granted 😣

        Khusus buat mbak mae, terima kasih banyak loh mba, link nya sangat jelas dan bermanfaat, nulis terus ya mba membantu pejuang” visa yg lain 😁 nanti aku kabarin lagi hasilnya yah!

        Like

      2. wah mba ranty, mudah2an aja visanya keterima yah, btw, itu berlaku juga gak yah buat yang ke italia, karna aku akan apply visanya minggu depan, setelah fideiussione letter dan rekening koran doi resmi aku terima. aku emang rencana stay disana selama 60 – 70 hari, awalnya sih aku mau bilangnya cuma beberapa hari, tapi setelah dapet pencerahan dari mba Mae, akhirnya fix jujur aja bilang dari tanggal 26 November sampe 31 January.

        nah, pertanyaan ku, apakah perlu juga ngelampirin bukti2 kisah cinta kita berdua semacem itu, duh, aku aja belum apply tapi deg2nya udah dari sekarang. ampyuuun dehh

        Like

      3. Waduh mbak, 3 bulan itu… 90 hari ya? Kalau masih dalam batas waktu 90 hari sih masih short term visit sih hitungannya. Tapi memang dari banyak cerita, semakin lama rencana kunjungannya, semakin susah visanya, karena semakin mencurigakan tujuan kunjungannya dan semakin dipertanyakan kemungkinan balik ke negara asalnya.

        Kalau pengajuan visanya mba lebih dari 90 hari, baru long-stay visa itungannya. Untuk Belanda peraturannya beda lagi, harus pake yang namanya visa MVV.

        Good luck mba, kabar-kabarin ya.

        Like

  11. Hello!!! I am back,
    Hari ini aku balik ke Jakarta buat ngambil passport, Mba Mae senengnya visa aku alhamdulillah granted, what a relief!!! Fiuhh…

    90 hari multiple pulak, thanks Mba pencerahan-pencerahannya… hari ini rasanya di jakarta sungguh cerah alias “PANAS” (dan macet) tapi gapapa pengalaman yg luar biasa.

    Siapapun…siapapun yg butuh pencerahan soal visa Mba Mae solusinya, mana balesnya cepet lagi.

    Kalo ada multiple like bakal kulakukan sayangnya tak ada 😁. Btw good luck ya buat yg lain yg lagi perjuangin visanya, get ready dulu ntar aku mampir lagi, da daa

    Like

  12. Halo miss.. aq tny ne aq pd bln september beli paket tour ke korea buat awal bln 11 d salah satu travel agent. Aq pergix bareng suami ku. Berhubung aq baru merrit d tgl 4 okt jdx belum ada surat nikah. Sblm merit aq kerja di tempatx suami ku. Jd pas masukin berkas d travel agent buat ngurus visa, suami ku jd sponsor aq. Aq lmpirkan jg surat ktragan krj, slip gaji dan rek koran 3 bln trkhr aq,dll, tp ga melampirkan surat nikah krn blm klr suratx. pas tgl 19 aq d tlp sm travel ktx visa suami ku k terima dan visa ku ktx d reject. Pdhl aq dah dp d travel snilai 15 jt. Rncana pg korea buat honeymoon. Aq hrs gmn y? Bs ga sa mnbahkan bukti sudah jd suami istri? Mohon bantuanx

    Like

    1. Well kalau keputusan visa sudah keluar, ya tidak bisa nambah-nambahin dokumen. Hanya ada kemungkinan untuk banding, atau mengajukan visa baru. Tapi informasi terakhir yang pernah aku dapat dari klien, Korsel tidak ada kemungkinan untuk bandingnya, dan kalau mau apply visa baru harus menunggu 3 atau 6 bulan dulu. Tapi itu informasi sudah agak lama, dan juga bukan untuk visa turis. Jadi silahkan baca surat/e-mail penolakan visa Via mengenai informasi boleh mengajukan banding atau tidak, atau hubungi langsung kedutaannya.

      Like

  13. hai hai para ladies yang masih berjuang dengan visa schengen nya, dan yang untuk udah di approved, so happy for you guys.
    well, aku mohon doanya yah, karna awal bulan besok besok aku baru applied, semoga berkas aku komplit tanpa ada kurang atau kendala apapun.

    well, disini aku mau nanya, karna aku masih confuse sedikit, well bukan confused juga sih, cuma mungkin bawaan nervous takut visa di tolak kali ya, walaugimanapun yang namanya di tolak itu pasti sakiiiitttt,,,,, T_T

    nah, yang mau aku tanyain adalah, menurut pengalaman mba mae, apply visa untuk ke italy, disponsor penuh dari pacar, dari A – Z, dan dokument sponsorship dari doi juga udah lengkap, fidejussione, bank statement, sslip gaji dia, sampe ke pajak2 yang dari perusahaanya, plus fc stamp visa terakhir dia ke indo buat nemuin aku,
    kira2 pihak embassy apa masih pertimbangin dana yang ada di bank statement aku, which is semua aliran dana juga dari dia. karna aku beberapa bulan ini unemployee, tapi ada penjamin kalau aku akan balik lagi ke indo karna masih ada anak 2 yang masih dependant.

    mohon pencerahaanya untuk buat aku sedikitnya bisa lebih paham, jadi biar agak tenangan, karna mikirin bank statement yang notabene sourcenya dari doski, plus dia juga baru tf 2500 euro buat tutup buku bulan ini, karna buat jaga2 untuk yang gosip2nya saldo di bank mesti kudu ada sekitar 50 jetti which is ini juga bakalan jadi dana kaget.

    sumpah, mikirin hal ini jadi susah tidur,,,,

    Like

    1. Kalau unemployed tapi tiap bulan ada uang masuk ke rekening bank, apalagi ada dana kaget, itu bisa jadi bahan kecurigaan dananya dari mana. Kalau sudah ada surat pernyataan yang menjelaskannya sih seharusnya tidak ditanyakan lagi. Tapi lagipula biaya akan ditanggung sponsor, dan sponsor juga menyertakan semua bukti finansial dia, jadi *seharusnya* uang di rek. pribadi tidak masalah lagi kecuali sbg bukti tambahan kita tdk terlalu dependen pada sponsor.
      Tapi lagi-lagi semua dokumen dilihat secara keseluruhan dengan lama rencana liburan, tujuannya ngapain, dsb. dan apakah semua itu meyakinkan menurut VO… jadi tidak bisa dilihat pisah-pisah begitu.

      Like

  14. Guyssss,,,, sono feliceee,, hahaha.
    Finally visa italy ku granted, tadi siang jam 12 pas aku dikabarin kalo katanya paspor ku udh bisa diambil. Rada takut juga sih, karna baru submit hari jumat, dan hari ini udh ada kabar, dan sempet dagdigdug ketika harus buka amplopnya. Dan begitu kebuka dan ada stamp vistonya, oh myyyyyy,,, excited bamget banget,,,

    Thanks ya mba mae dan para comentantor disini, bisa saling sharing dan bertukar pengalaman. Mudah2an yang pada lagi usaha buat dapetin visa schengennya dimudahkan…
    Aamiin…

    Like

  15. Halo miss apa kabar?, makasi loh unt pencerahan dari blog nya..aku juga ada rencana mau buat visa schengen ke jerman disponsori oleh pacar untuk mengunjungi orang tua doi dan sedikit liburan di daerah jerman saja,soalnya kita udah pacaran 1 taun 2 bulan mba miss,doi udah pernah datang ke indo sebanyak 2 kali dan ortunya doi ke indo sebanyak 1 kali..mba miss bole bagi saran gag rencana aku buat visa ke sana emang cuma 23 hari ajah tapi kalau kedubes kasih 1 bulan “aku sangat bahagia” haha ( karna gag mau juga lama’ dsna mba )..tapi liat blog sana-sini yang tadinya aku optimis jadi pesimis hehe..tapi mau mampir di blog mba miss mau cerita sedikit bole ya 😄 mau buat visa jerman dengan sponsor pacar apa harus memiliki uang berlimpah ruah dulu soalnya rekening skrg cuma 20 jt tambah isi CC limit 10 jt aje karna aku juga sebelumnya uda resign dari kerjaan dan tidak memiliki aset juga 😳 dan untuk aku baca unt visa jerman sbelumnya agak sedikit rumit…menurut mba miss apakah aku bisa buat visa schengen di belanda tapi menggunakan sponsor dari pacar yang notabennya warna negara jerman? 😦 soalnya galau miss buat visa ini soalnya ini pertama…gag tau rasanya kalau ditolak ( rasanya pasti seperti putus cinta ) hehe.. mba miss bole bagi kontak nya juga seperti email 😊

    Makasi miss

    God Bless

    Like

    1. Halo mba, silahkan dibaca poin pertama di blog post ini ya… Seperti aku bilang, kalau engga ada tujuannya ke negara Belanda ya jangan apply melalui Belanda.
      Menurutku engga ada tuh negara yang lebih susah/pelit/galak/dsb. daripada negara lain. Apalagi kalau apply visa sponsor melalui Belanda, surat dari sponsor harus dilegalisir oleh balai kota (gemeente) dimana dia tinggal, yang mana itu engga mungkin kalau dia engga tinggal di Belanda.

      Untuk kontak seperti e-mail, silahkan dibaca caranya di link yang udah aku taut di bagian paling pertama blog.

      Good luck.

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.