Visa schengen Belanda 2017 / kunjungan singkat dengan sponsor

Bisa juga dikenal sebagai visa undangan (keluarga/teman).

Awal-awal gue dulu bikin visa menggunakan sponsor, sumpah, kayaknya rempong banget … dan lo tau gue, gue paling anti sama yang namanya rempong. Tapi, ternyata … jauh lebih mudah dari yang gue bayangin. Kesannya aja sih ruwet, tapi asal lo rajin baca-baca, elo pun pasti bisa tanpa menggunakan jasa agen sekalipun!

Ok, langsung aja ya.

Ini adalah pengalaman gue membuat visa schengen melalui Belanda, dengan sponsor orang Belanda juga. In my case, sponsor adalah ayahnya pacar gue, karena saat itu pacar gue hanyalah mahasiswa biasa ha ha ha.

Sebagai background, saat itu kita udah pacaran selama kurang lebih satu tahun. Kita kenalan juga bukan di dunia maya, dan selama satu tahun itu kita sudah sering banget ketemuan. Bahkan dengan orang tuanya pun sudah sering ketemu.

Penting? Bisa jadi. Karena bisa jadi elo akan dipanggil wawancara. Dulu selalu ada wawancaranya, sebab visa diajukan langsung ke konsulat/kedutaan. Sekarang, visa hanya diajukan melalui VFS dan hanya pemohon-pemohon yang beruntung sekali yang akan nantinya dipanggil untuk wawancara! ha ha ha …


VISA KUNJUNGAN SINGKAT DENGAN SPONSOR

.
Dokumen-dokumen yang perlu disiapkan pihak pemohon visa:

  • Formulir. Selalu download langsung dari website resmi, agar formulirnya paling terkini. Download dari VFS Global.
    Penjelasan seputar pengisian formulir bisa dilihat di sini.
    .
  • Pas foto. Seukuran 3.5 x 4.5 cm, latar berwarna terang / abu-abu muda, dan diambil tidak lebih lama dari 6 bulan terakhir.
    .     
  • Tiket pulang-pergi. Cukup booking/reservasi aja kalau takut hangus.
        .   
  • Asuransi perjalanan. Polis harus bernilai paling sedikit EUR 30,000 dan menanggung keseluruhan jadwal perjalanan.
    Selain itu, polis juga harus menanggung: biaya penanganan medis gawat darurat, biaya rumah sakit, dan repatriasi/evakuasi medis. Polis harus mengcover seluruh daerah schengen.
      .
  • Paspor. Asli beserta fotokopi semua halaman paspor yang berisi data pribadi dan halaman-halaman yang berisi visa.
    Paspor harus berlaku untuk minimal 3 bulan setelah visa yang diajukan (contoh: kalau minta visa untuk 01-01-2017 – 10-01-2017, maka paspor minimal berlaku sampai 10-04-2017). Pastikan masih ada minimal dua halaman kosong untuk visa.
        .     
  • Paspor lama. Kalau ada paspor-paspor lama, dibawa yang asli beserta fotokopi semua halaman yang berisi data pribadi dan visa-visa yang pernah dikeluarkan.
        .
  • Kalau elo mahasiswa, Surat keterangan kuliah.
    .
  • Kalau elo udah kerja, Surat keterangan kerja. Waktu itu, surat gue berisi detail nama lengkap gue, jabatan, tanggal keberangkatan gue, serta pernyataan dari HRD bahwa gue akan kembali bekerja setelah gue balik ke Indonesia. Surat juga dibikin dengan kop surat resmi, ditanda-tangan oleh HRD dan diberi cap institusi.

.

Dokumen-dokumen yang perlu disiapkan sponsor:
Jadi sponsor elo yang di Belanda harus nyiapin dokumen-dokumen di bawah ini, kemudian dikasi ke elo dan lo sertakan dalam berkas-berkas elo saat mengajukan permohonan visa.

  • Formulir sponsorship dan/atau akomodasi. Suruh doi download formnya di website IND atau link ini. Formulirnya harus doi isi. Kalau sponsor punya suami/istri/registered parner, maka pasangan doi tersebut juga harus ikut menandatangani formulir.
    Kemudian sponsor harus membuat janji untuk ke municipality (gemeente) sesuai daerah dia tinggal/terregisterasi untuk melegalisir formulirnya. Jadi, bawa formulir beserta paspor. Ini tidak bisa diwakilkan.
    Karena saat itu yang jadi sponsor adalah ayah dari pacar gue, maka mereka menyertakan tiga paspor (paspor ayah+ibu+pacar gue)
    Formulir yang udah dilegalisir ini yang nantinya dikirim ke elo. Formulir ini hanya berlaku enam bulan setelah dilegalisir.
    .
  • Paspor. Fotokopi paspor sponsor + suami/istri/registered partner (kalau ada).
    Sebagai bukti tambahan, pacar gue waktu itu juga ngirim fotokopi paspornya (meskipun bukan dia yang jadi sponsor).
    .
  • Kontrak kerja sponsor. Sponsor harus punya kontrak kerja yang berlaku untuk minimal 12 bulan setelah tanggal permohonan visa diterima. Gaji sponsor tidak boleh kurang dari €1,551.60 per bulannya (belum terpotong pajak, dan tidak termasuk THR).
    Persyaratan gaji minimal ini bisa jadi berubah tiap tahunnya (yang gue tulis ini adalah persyaratan buat tahun 2017), jadi rajin-rajinlah check di situs ini barangkali ada update.
    .
  • Slip gaji tiga bulan terakhir.

.

Penting diingat!

    1. Kalau di antara dokumen-dokumen di atas ada yang bukan dalam Bahasa Inggris atau Bahasa Belanda, elo perlu nerjemahin dulu semuanya, either ke dalam Bahasa Inggris atau ke dalam Bahasa Belanda.
      Menurut halaman VFS Global sih terjemahan harus menggunakan penerjemah resmi / sworn translator.
      Tapi dari pengalaman gue saat mengajukan permohonan visa ke VFS, ada satu dokumen yang masih dalam Bahasa Indonesia, dan justru gue disuruh menerjemahkan sendiri. Visa application gue ujung-ujungnya approved anyway, tapi gue engga bisa guarantee elu bakal dapet pengalaman yang sama.
      .
    2. Kalau sponsor lu adalah keluarga lo, elu harus menyertakan bukti hubungan lo, seperti Kartu Keluarga dan/atau Akta Nikah, dsb.
      .
    3. Kalau sponsor elo (yang membiayai secara finansial) dan sponsor lo (yang menyediakan akomodasi) adalah dua orang yang berbeda, masing-masing sponsor harus mengisi satu formulir masing-masing.
      Bedanya, sponsor yang menyediakan akomodasi tidak perlu menunjukkan bukti finansial seperti slip gaji, kontrak kerja, dsb.
      .
    4. Kalau elo engga menggunakan sponsor finansial alias biaya ditanggung sendiri, maka lo harus menyertakan bukti rekening koran lo untuk tiga bulan terakhir. Perhitungan tabungan minimal untuk Belanda adalah €34 per hari (persyaratan tahun 2017).
      .
    5. Kalau elo engga menggunakan sponsor akomodasi (engga nginep di rumah teman/pacar/keluarga di Belanda), maka lo harus menyertakan bukti reservasi hotel/penginapan elo selama di Belanda.
      .
    6. Permohonan visa schengen hanya bisa diajukan paling cepat tiga bulan sebelum tanggal keberangkatan.

.

Prosedur pengajuan visa:

  • Bikin appointment dengan VFS Global di sini. Lo bisa memilih lokasi yang paling deket dengan elo.
    Elo perlu bikin akun dulu (tinggal ikuti sesuai dengan link di atas). Setelah lo mengaktivasi akun lu dengan meng-click link yang akan dikirim melalui e-mail, lo bisa sign-in. Setelah berhasil sign-in, klik “Schedule Appointment”, kemudian pilih lokasi yang sesuai serta kategori visa yang tepat, dan klik “continue”.
  • Klik “add applicant” dan isilah data lo dengan benar. Kalau elo travelling bersama keluarga/kelompok, jangan lupa untuk “add applicant” hingga semua anggota kelompok sudah tercantum.
  • Setelah selesai, tinggal klik “continue” dan pilih jadwal appointment yang sesuai.
    Konfirmasi appointment akan dikirim ke e-mail. Jangan lupa konfirmasi tersebut di-print dan bawa sebagai bukti appointment.
  • Jangan lupa bawa uang untuk visa fee PLUS service fee, karena akan dibayar saat appointment. Daftar biaya visa beserta service fee-nya dapat dilihat di sini.

.

Dokumen-dokumen yang tidak wajib alias rempong:
Pada dasarnya sih, pihak visa section berhak meminta dokumen-dokumen tambahan (meskipun tidak ada dalam daftar persyaratan resmi) kalau mereka ngerasa informasi atau bukti-bukti lo ada yang kurang, tidak jelas, atau meragukan. Ha ha.

Kalau hal itu terjadi, biasanya mereka akan menghubungi lo lewat e-mail (kadang melalui perantara VFS) dan lo akan diberi waktu x hari untuk menyetor dokumen-dokumen tambahan yang diminta.
Jangan tersinggung dulu, karena lebih baik elo dianggap “meragukan” daripada langsung dianggap “suspicious” dan langsung ditolak visanya. At least di sini, mereka memberi lo kesempatan untuk melengkapi dokumen-dokumen lo.

Biar memperkecil kemungkinan terjadinya hal-hal yang memperlambat adjudication visa gue, gue juga nambahin dokumen-dokumen yang sebenarnya enggak perlu:

rekening koran tiga bulan terakhir.
– surat pernyataan bahwa meskipun gue tertanggung secara finansial dan akomodasi oleh sponsor, gue juga tetep sedia kartu kredit + kartu debit (dengan rekening koran sebagai bukti) karena gue berencana untuk membiayai paling engga sebagian dari keperluan gue selama di sana.

.

Sharing pengalaman wawancara:
Just in case ada yang dipanggil wawancara … pertama kalinya gue mengajukan visa ini (yaitu bertahun-tahun yang lalu), prosesnya masih belum lewat VFS, jadi langsung ke kedutaan. Otomatis ada wawancaranya sedikit.

Erm, intinya sih dibawa santai saja. Banyak orang yang bilang kedutaan ini galak, kedutaan itu judes … tapi menurut gue pertanyaan-pertanyaan itu selalu wajar dan engga usah dibawa grogi lah.

Cuma ditanyain udah berapa lama pacaran, kontak selama ini bagaimana, udah berapa kali ketemu, terakhirnya kapan, etc. … ya wajarlah, karena memang permohonan visa gue adalah dengan tujuan visiting family/friend (aka pacar).

.

kalau ada yang mau konsultasi seputar visa ke gue, silahkan baca caranya di sini

.

Anyway, cukup sekian saja untuk topik visa yang ini. Semoga membantu, and as always, good luck!

Advertisements

26 thoughts on “Visa schengen Belanda 2017 / kunjungan singkat dengan sponsor

  1. Tq Miss Mae sharingnya lengkap…kap dan update. Saia sedang proses pengajuan visa schengen melalui Belanda juga ini… masih tahap pengumpulan dokumen sih hehe… tapi saia tidak pakai sponsor. Dokumennya tetap sama dan hanya ditambahkan koran bank saja berarti yaa…

    Apa kalau tanpa sponsor masih ada wawancaranya?

    Like

    1. Iya, ditambah rekening koran, sama bukti akomodasi.

      Kalau wawancara, itu tergantung pihak kedutaan/bagian visa nanti yang menentukan. Kalau ada yang mereka anggap perlu diwawancara, maka akan dipanggil wawancara. Tapi jarang banget kalau ini … kalau memang ada yang kurang lengkap atau tidak jelas, lebih sering mereka akan nge-mail untuk minta dokumen tambahan, atau justru visa langsung ditolak.

      Like

  2. Mbak Mae, kalau misalnya belum pernah ketemu sponsor (pacar) gimana?
    Kita selama ini hubungan lewat e-mail dan WA, kadang juga Facebook.
    Takut tidak diterima karena baru pacaran 3-4 bulan ini 😦
    Apa perlu melampirkan bukti e-mail / chat / messages kami?

    Like

    1. Hmm, sebenarnya bisa sih bisa ya, cuma memang agak susah. Tidak usah ngasih bukti e-mail/chat karena ini cuma visitor visa (bukan partner visa), apalagi cuma 3 bulanan. Memang agak riskan kalau baru bertemu (lewat online lagi) dan langsung mau jadi sponsor.

      Mending kamu tetep sediain rekening koran sebagai bukti finansial tambahan, dan bukti-bukti aset kamu di Indonesia (misalnya rumah/apartemen, tanah, mobil, dsb.) dan selain surat keterangan kerja, tambahin juga kontrak kerja kamu sebagai bukti tambahan bahwa kamu memang akan balik ke Indonesia.

      Like

  3. Aku salah satunya contoh yg hampir direfuse applicationnya gara” surat keterangan kerja tdk pakai kop surat perusahaan. Untungnya ini dulu pas sblm menggunakan VFS, jd langsung ada semacam interview singkat dgn bagian konsuler, dan disitu mas nya bilang ke saya, mending kembali lagi dan ajuin visa application stlh surat ket. kerja diprint ulang pakai kop surat dan cap perusahaan. Waktu itu susah krn saya kerja untuk “perusahaan” kecil yg blm ada kop”an ataupun cap. Akhirnya kop surat cuma dikasih alamat, no telp, dan fax kantor.

    Like

    1. Repot juga ya, perintil-perintil kecil yang ternyata penting banget. Tapi memang benar sih, harus ada detail perusahaannya, karena kadang akan di cross-check dan ditelpon.

      Like

  4. Td ada Ket..kalo sponsor keluarga hrs membawa bukti KK ..KL hub sponsor Ama saya Tante gimana tuh say,bukti kerabat a apa ya? Ma kasih

    Like

    1. Halo, itu lebih untuk hubungan keluarga inti sih, seperti ayah/ibu/adik/kakak. Kalau saudara jauh, mending lampirkan surat keterangan yang menjelaskan hubungan keluarganya saja. Biasanya kalau untuk visa turis udah cukup. Tapi kalau masih ragu, bisa juga siapkan akta kelahiran Yeni, akta kelahiran tante, dan akta kelahiran ayah atau ibu Yeni yang satu keluarga kandung dengan tante.

      Like

  5. Hi Mbak, boleh nanya gak?

    Aku berencana buat Schengen dapet sponsor dari calon suamiku di Belanda.

    1. Aku udah selesai kuliah, tapi belum bekerja. Kalau untuk statement letternya gimana ya?

    2. Semua biayaku ditanggung calon suamiku. Aku diundang olehnya ke Belanda. Tapi aku gak tau bakal diajak kemana aja, karena nanti bertepatan dengan puasa dan ia bekerja.
    Butyh travel Itenerarynya gak?
    Saya bingung hehehe kalau mbak bersedia mohon kirim ke email saya rizki.rifai@outlook.com

    3. Karena biaya saya ditanggung pihak sponsor, apa saya perlu melampirkan Buku tabungan saya?

    Hehehe.. mohon pencerahannya mbak. Semoga mbak sekeluarga sehat selalu. Aamiin

    Like

  6. halo mba, saya berniat bulan madu ke eropa desember 2018 nanti selama 14hari. tapi status saya sekarang belum nikah dan nikahnya masih bulan november. kira2 perlu pengajuan visanya individual atau family ya? dan alasannya honeymoon apakah nanti masuk akal kalo diliat kartu keluarganya belum satu kk.
    dan pasangan saya pakai pengeluaran pribadi dan saya pakai jaminan orangtua karena saya bekerja dengan orangtua saya. apa saya harus download form sponsor atau bikin surat pernyataan saja dan SIUP, NPWP dan rekening koran org tua saya aja?
    kalo tiket belum dibeli, apa bisa dari screenshootan traveloka tetep akan bisa? terima kasih sebelumnya ya mbak. atau bs bales melalui email yosiameliachandra@yahoo.com

    Like

    1. Halo mba, seperti di poin “Prosedur pengajuan visa” di atas, kalau pergi bersama orang lain, maka saat membuat appointment di website VFS, perlu menambah anggota grup dengan cara klik “add applicant”.

      Form sponsor hanya digunakan apabila menggunakan sponsor yang tinggal di Eropa. Kalau orang tua di Indonesia, maka cukup dengan surat pernyataan, bukti finansial orang tua, serta bukti hubungan keluarga.

      Harus booking tiket, kalau screenshot saja belum cukup. Booking saja tiket yang bisa dibatalkan.

      Kalau alasan adalah untuk honeymoon tapi saat pengajuan visa masih belum menikah, maka bisa disertakan bukti-bukti bahwa kalian *akan* menikah.

      Semoga berhasil ya, mba. Kalau masih ada pertanyaan lain atau perlu bantuan, silahkan lihat caranya di https://menurutmae.wordpress.com/konsultasi-visa/

      Like

  7. Hi Mba Mae
    Saya berencana liburan Natal dan Tahun baru di Eropa, sponsor saya adalah sahabat saya yang menetap dan bekerja di Belgia. Jika saya berencana berangkat tanggal 17 Desember 2018 apa masih sempat untuk saya mengurus Visa? Kira2 paling lambat kapan ya?

    Like

    1. Halo mba, kalau urusan seputar waktu dsb. bisa dibaca langsung di website kedutaan/imigrasi/VFS karena kalau ada update atau hambatan lain-lainnya, biasanya mereka akan informasikan di website. Blogger seperti saya tidak akan tahu ataupun memantau updatean terbaru. Berikut ada di FAQ nya VFS (http://vfsglobal.com/netherlands/indonesia/faqs.html):

      How long does it take to get a visa?

      The legal processing time for a Schengen visa is 15 calendar days. In individual cases, this period may be extended up to a maximum of 30 or 60 days. The processing time for a Caribbean visa is generally about one week.

      You are advised to submit your application well in advance of your departure date, however, not earlier than three (3) months prior to your departure. In the period March, April, May and June and during festive seasons, please be aware that the waiting time to get an appointment to submit your application can increase considerably.

      Like

  8. Hello Miss Mae,sy juga ada pertanyaan tentang visa untuk ke belanda dengan sponsor teman sy belum tau tentang document2 yang harus sy persiapkan bisakah Miss Mae mengirimkan di email sy?ini email sy:getroidadomits@gmail.com

    Like

    1. Ha? Lha blog post ini udah dibaca belum kak? Semua dokumen-dokumen yang perlu disiapkan udah lengkap dibahas di sini. Kalau masih ada pertanyaan, silahkan baca caranya melalui link yang udah aku taut di bagian akhir blog post.

      Like

  9. Halo mba, saya rencana mau ke Belgia dengan menggunakan surat sponsor dari kakakku, saat ini visa saya sudah keluar. Tetapi saya benar2 tidak kepikiran bahwa surat sponsor tersebut harusnya di fotokopi terlebih dahulu untuk simpanan saya. Yang ingin saya tanyakan, apakah hal ini ditanyakan oleh petugas imigrasi disana mengenai surat sponsor ini? Apabila iya, mba ada saran gak saya harus bagaimana ya? Apakah saya bawa fotokopi identitas kakak saya disana sudah cukup? Apakah ada solusi lain?
    Terimakasih sebelumnya

    Like

    1. Halo mba, jawabannya adalah: petugas imigrasi berhak meminta surat-surat tersebut ataupun bukti lainnya. Tapi tidak berarti selalu akan diminta.

      Kalau memang diminta dan mba memang engga punya copy-annya sama sekali, ya dijelaskan saja situasinya, dan semoga saja petugas imigrasi akan menerima bukti lain sebagai pengganti surat tsb.

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.