3 kesalahan umum saat menggunakan ekspresi dalam Bahasa Inggris

Sudah lama pengen nulis sesuatu tentang topik ini, karena sering sekali gue mendengar ekspresi-ekspresi dalam Bahasa Inggris yang sebenarnya kurang tepat. Namanya juga English as a second language, jadi wajar dong kalau masih banyak yang salah. Tapi gue herannya kenapa kesalahan-kesalahan berikut ini bisa menyebar luas dan bahkan ESL-speakers dari negara-negara non-Asia lainnya pun juga melakukan kesalahan yang sama.

Tentunya jauh lebih banyak kesalahan-kesalahan umum lainnya, tapi untuk kali ini, gue cuma mau ngejabarin tiga ekspresi ini.
Kalau masih ada yang tidak percaya, monggo di-googling dan riset sendiri (dalam catatan risetnya menggunakan Bahasa Inggris juga, karena percuma kalau mau cari konfirmasi tapi konfirmasinya ke sesama ESL), atau silahkan tanyakan kepada native English speaker sendiri langsung (^_^)

.

1. Free sex

Pertama kali gue denger ini … langsung bingung. Saat itu gue lagi ngobrol bareng teman kuliah, lupa persisnya topik yang dibahas apa, tapi yang jelas, sahabat gue itu berbicara “Gue engga bakal mau free sex.”

Untung gue langsung klarifikasi sama temen gue itu.
Tapi bagi yang lainnya, mungkin harus berhati-hati kalau menggunakan frasa ini, karena kalau si orang asing yang kamu ajak bicara engga pernah punya pengalaman berbicara dengan ESL speaker, bisa jadi dia gagal paham.

Kenapa? Karena free sex artinya adalah sex gratis. Bukan seks di luar nikah! Bukan seks bebas!
Artinya, sahabat gue itu barusan bilang “Gue engga bakal mau seks gratis!”

Wah, kan gawat darurat itu, kawan. Bisa jadi lo dikira minta bayaran, ha ha ha.

Gambar diambil dari Oxford Advanced Learner’s Dictionary

Dalam Bahasa Inggris sendiri, tidak dikenal istilah “seks bebas”. Istilah yang lebih tepat adalah premarital sex, yang artinya adalah hubungan seksual di luar pernikahan.

.

2. Thanks God

Nah, kalau yang ini masih engga masalah kalau sering digunakan, karena engga berbuntut hal-hal yang aneh.

Frasa ini juga sering gue dengar dilontarkan oleh orang-orang asing yang berasal dari negara dimana Bahasa Inggris bukanlah bahasa utamanya.

Istilah yang tepat adalah thank God, tanpa “s”, yaitu istilah yang menunjukkan perasaan lega. Misalnya setelah lulus ujian; “Thank God I passed,” atau saat tiba di kelas tepat sebelum dosen menutup pintu; “I got here in time, thank God.” dsb.

Sebenarnya “thanks God” sendiri juga bukan frasa yang grammatically incorrect; hanya saja, perlu ada koma diantaranya. Jadi: thanks, God. Tapi ini artinya adalah “terima kasih, Tuhan”, yaitu bila kamu memang bermaksud menunjukkan bahwa kamu seolah-olah sedang berbicara kepada Tuhan.

.

3. Worthed

Yang ini engga ada penjelasan lain selain there’s no such thing as “worthed” sejak pertengahan abad dalam Bahasa Inggris. Dahuluuuu kala, “worthed” digunakan sebagai bentuk puitis (a la – a la Shakespeare begitulah bahasanya) untuk menggambarkan sesuatu yang terjadi/menimpa sesuatu yang lain, dan sekarang pemakainnya sudah basi.

Sumber: urbandictionary.com

Sumber: English Focus

“Worth” sendiri bukanlah suatu kata kerja (verb), sehingga pemasangan akhiran -ed untuk menunjukan bentuk lampau pun sudah salah. Bentuk lampau dari worth, ya juga worth.
Misalnya: It’s not worth my time (bentuk present tense) akan menjadi It wasn’t worth my time dalam bentuk lampau.

Frasa yang tepat untuk menunjukan apabila sesuatu adalah sepadan dengan nilainya, adalah worth it. Misalnya: It cost a lot of money, but it was worth it.


Gambar diambil dari Oxford Advanced Learner’s Dictionary

.

Adakah lagi frasa-frasa salah yang sering kalian dengar atau baca?

[ baca bagian kedua di sini ]

Advertisements

11 thoughts on “3 kesalahan umum saat menggunakan ekspresi dalam Bahasa Inggris

  1. aku pernah Mae benerin teman aku soal point 2 di komentar FB eh aku malah di marahin donk, katanya aku sok pintar, haha..
    itu makanya banyak orang yang selalu salah karena waktu diperbaikin yang salah kita ngak terima.. ckkck

    Like

    1. Ha ha, aku juga punya pengalaman yang mirip. Memang banyak orang yang suka defensif duluan ya… padahal maksud kita kan bukan menyalahkan atau menjatuhkan. Namanya juga belajar, harus bisa nerima masukan dong -_-

      Liked by 1 person

  2. Iya sih, emang beda bgt cara mengekspresikan maksud kita dalam Bhs Inggris. Regardless berapa lama kita belajar Bhs Inggris.

    Tapi, thanks mba ditulisan ini mba nulis tentang “worth it” itu. Sy sering mikir juga tentang gimana penggunaan kata itu, soalnya klo ada yg chat, banyak yang penggunaan katanya beda beda.

    Cheers 🙂

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.