Pengalaman bikin visa MVV Belanda 2017

Akhirnya setelah sekian lama gue ulur-ulur, jadi juga blog post ini.

Sebenernya ide awal gue membuat blog ini adalah untuk ngedokumentasi perjuangan pengajuan visa MVV dan residence permit (izin tinggal) gue, serta proses perpindahan negara kalau pengajuan izin tinggal dikabulkan.
Tapi ternyata engga “berjuang-berjuang” amat, dalam arti kurang dari 3 minggu visa diajukan, hasilnya udah keluar dan syukurnya positif. Padahal gue udah siap-siap nunggu 3 bulan sebelum hasil keluar (yaitu maksimal waktu sebelum keputusan visa dibuat).
Karena itu, akhirnya kagak ada banyak waktu buat persiapan pindah ataupun materi buat dimasukkan ke dalam blog, kecuali proses dari pengumpulan berkas itu sendiri.

Semua dokumen serta prosedur yang gue tulis di bawah adalah untuk pengajuan izin tinggal Belanda serta visa MVV untuk tahun 2017.

MVV ini sendiri adalah suatu provisional authorisation for temporary stay visa — yaitu visa izin tinggal sementara — yang memungkinkan kita untuk masuk ke Belanda untuk tujuan mengambil residence permit / izin tinggal.
Artinya, meskipun kita sudah mengajukan dan dikabulkan visa MVV oleh IND (pihak imigrasi Belanda), prosesnya masih belum selesai di situ. Tapi untuk tahap selanjutnya, mungkin gue bahas di lain waktu.

.


Untuk mengajukan permohonan izin tinggal dan MVV, kita harus memenuhi beberapa persyaratan dulu:

  • elu dan pasangan lo udah harus (1) menikah, atau (2) terdaftar dalam registered partnership (tidak berlaku dalam hukum Indonesia), atau (3) sudah menjalani hubungan ekslusif dalam jangka panjang (kasarnya, udah pacaran gapake selingkuh selama cukup lama — sayangnya, “cukup lama” ini engga ditentuin secara pasti oleh pihak IND).
    .
  • Pasangan lo harus (1) berwarganegara Belanda, atau (2) tinggal di Belanda dan memiliki izin tinggal untuk non-temporary purpose of stayatau (3) tinggal di Belanda dengan izin tinggal untuk beberapa tujuan tertentu, yang daftar lengkapnya bisa dilihat di halaman resmi IND ini karena panjang banget dan males gue copas + terjemahin di blog. Masih ada atau-atau lainnya, jadi tolong periksa langsung di halaman yang gue link barusan.
    .
  • Lo berdua udah 21 tahun atau lebih tua.
    .
  • Lo (pemohon visa) udah lolos civic integration examination di negara asal (ini yang dimaksud basis inburgeringsexamen atau ujian MVV).
    .
  • Gaji pasangan lo memenuhi persyaratan (silahkan check minimalnya berapa di sini) dan sifatnya harus berjangka-panjang (artinya, doi punya kontrak kerja yang masih berlaku untuk minimal satu tahun sejak permohonan visa diterima oleh pihak IND). Ada beberapa pengecualian, silahkan periksa di sini untuk melihat daftar lengkap pengecualiannya.
    .
  • Lo akan tinggal bersama pasangan lo dan akan mendaftarkan diri di alamat yang sama.
    .
  • Pasangan lo membuat pernyataan bahwa doi adalah sponsor lo.

Sejauh ini, ada beberapa pertanyaan yang sering gue denger dari keluarga dan teman yang penasaran, ataupun gue baca dari internet.

Yang pertama, apakah pasangan yang menikah lebih besar kemungkinannya untuk dikabulkan visanya daripada pasangan yang belum menikah?

Sebagai orang yang cukup banyak mendengar keluh-kesah dari sektor visa luar negeri, jawabannya adalah enggak sama sekali. Banyak banget yang namanya marriage fraud zaman-zaman ini, dan pihak keimigrasian cukup keras ngadepin pernikahan yang berbau-bau visa fraud. Maka secuil kertas pernikahan sendirinya kagak akan ada nilainya kalau engga didukung oleh bukti-bukti lain.

Kedua, kalau pasangan lo punya usaha pribadi (sehingga engga punya kontrak kerja) atau pekerja freelance, berarti engga bisa, dong?

Engga juga. Lagi-lagi, masih banyak pengecualian dari persyaratan di atas. Karena itu, saran gue hanya satu: Rajin-rajinlah baca dari halaman resmi IND. Semua informasi sudah lengkap di situ, percayalah.

Yah, kalau gue engga bisa Bahasa Inggris, gimana?

Bisa Bahasa Belanda kagak? Ada pilihan Bahasa Belandanya, kok. Kalau engga bisa Bahasa Belanda, engga bisa Bahasa Inggris, yakin lo pengen cabut dari Indonesia?

.


Dari semua persyaratan di atas, waktu itu gue tinggal ambil ujian MVV. Karena gue kerja full-time, gue hanya bisa ambil kursus privat dan intensif selama satu bulan buat persiapan. Pengajarnya oke banget. Meskipun gue ambil les yang khusus buat lulus ujian MVV (yang basic banget), karena gue punya background dalam Bahasa Perancis dan Jerman (yang secara gramatika, aturan mainnya mirip-mirip dengan Bahasa Belanda), pengajar gue nyempet-nyempetin aja buat ngajarin gue Bahasa Belanda di tahap yang lebih tinggi.

Setelah gue ambil ujiannya di Kedutaan Belanda di Jakarta, gue nunggu tepat dua bulan sebelum hasil ujian MVV keluar. Bayangkan, betapa stressnya gue nungguin tu hasil, sementara orang lain rata-rata pada dapet kabar dalam waktu sebulan.

Saran gue kalau lo ngadepin hal yang sama, rajin-rajin periksa situs DUO (penyelenggara ujian) di sini untuk melihat berita terkini. Kadang, hasil pemeriksaan ujian akan lebih lama dari biasanya, dan akan mereka kabarkan di situs resmi mereka. Engga ada gunanya pacar nelpon kantor DUO kalau masa tunggu masih belum habis.

Engga bisa Bahasa Belanda? Pake google web translate. Minta tolong pacar. Usaha dikit, lah.

Kalau semua udah lengkap, download formulir MVV dari halaman resmi IND (biar engga salah download formulir jadul) di sini.

Baca formulirnya dengan seksama! Tolong, ini penting banget. Ada pilihan formulir Bahasa Inggris kalau engga nyaman ngisi dalam Bahasa Belanda. Semua informasi mengenai dokumen apa yang lo butuhkan, ada di formulir tersebut.

Yaelah Mae, isinya 42 halaman! Empat-dua!

Makanya gue cuma bisa nyaranin untuk membudayakan baca. Banyak kesalahan-kesalahan yang gue baca di internet, sebenernya avoidable banget. Engga semua dokumen dibutuhkan untuk semua orang — karena dokumen yang perlu kita lampirkan, akan tergantung pada situasi masing-masing pemohon, dan itu ketentuannya semua tercantum dalam formulirnya.

Tapi, gue berbaik hati dan akan melampirkan contoh pengisian formulir visa MVV. Tentunya, detail-detail disamarkan, dan semuanya diisi berdasarkan situasi gue pribadi. Sebagai referensi, situasi gue saat pengajuan permohonan visa adalah:
– belum menikah
– lahir di Indonesia
– sedang tinggal di Indonesia juga
– berkewarganegaraan Indonesia
– tidak membawa anak / sanak keluarga lain

Sedangkan pasangan gue saat itu:
– belum menikah
– lahir dan tinggal di Belanda
– berkewarganegaraan Belanda
– memiliki pekerjaan tetap dengan gaji di atas persyaratan minimal

Waktu itu, kita udah pacaran selama 4 tahun, dan tiap empat bulan ketemuan. Jadi masalah itu termasuk long-term exclusive relationship atau bukan, udah bukan pertanyaan lagi. Jadi kalau situasi kalian mirip, mungkin contoh formulir ini bisa membantu.

.

>> download contoh pengisian formulir pengajuan visa MVV di sini <<

.

Catatan penting:
– Semua bagian gue isi dalam font ukuran besar dan warna merah karena hanya contoh saja. Mohon jangan ditiru
– Dokumen-dokumen yang perlu gue kirim bersama dengan aplikasi permohonan visa gue stabilo dalam warna kuning hanya untuk memudahkan kalian. Mohon jangan ditiru juga

Kalau malas membaca formulir dan mau tahu ringkasnya aja, berikut adalah dokumen-dokumen yang perlu gue kirim bersama dengan permohonan visa.

.


Dokumen yang perlu disiapkan oleh pihak pemohon visa:

  • Fotokopi paspor (baru dan lama) — halaman depan beserta semua cap dan sticker visa.
    .
  • Surat keterangan belum menikah (bagi yang belum menikah) — ini (1) dikeluarkan oleh Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (untuk non-Muslim) atau Kantor Urusan Agama (untuk Muslim), (2) diterjemahkan ke dalam Bahasa Belanda/Inggris oleh penerjemah yang diakui Kedutaan Belanda Jakarta, lalu (3) asli beserta terjemahannya dilegalisir oleh KEMENKUMHAM, KEMENLU, kemudian Kedutaan Belanda.
    -atau-
    Akta Pernikahan / Buku Nikah (bagi yang sudah menikah) — kalau tidak ada Bahasa Inggrisnya, perlu (1) diterjemahkan ke dalam Bahasa Belanda/Inggris oleh penerjemah yang diakui Kedutaan Belanda Jakarta, kemudian (2) asli beserta terjemahannya dilegalisir oleh KEMENAG (yang ini hanya diperlukan untuk pernikahan secara Islam), KEMENKUMHAM, KEMENLU, kemudian Kedutaan Belanda.
    .
  • Hasil ujian MVV (yang sudah lolos nilai minimal).
    .
  • Akta kelahiran — yang ini agak aneh, karena pengalaman Mba Ericka, permohonan visanya ditolak. Katanya karena tidak menyertakan akta kelahiran. Padahal kalau formulir serta halaman IND dibaca secara teliti, mereka tidak menyebutkan akta kelahiran sebagai dokumen yang diperlukan dalam tahap in. Gue pun engga nyertain akta kelahiran, dan tetep dikasi visanya.
    Berhubung akta kelahiran akan dibutuhkan di Belanda nantinya untuk daftar diri anyway, saranku sih sebaiknya siapkan saja. Kalau akta lo belum tersedia terjemahan Bahasa Inggrisnya, maka lo perlu (1) nerjemahin dulu ke dalam Bahasa Belanda/Inggris oleh penerjemah yang diakui Kedutaan Belanda Jakarta, kemudian (2) asli beserta terjemahannya dilegalisir oleh KEMENKUMHAM, KEMENLU, kemudian Kedutaan Belanda.

Ingat, semua dokumen-dokumen di atas yang perlu lo kirim ke IND beserta dengan pengajuan visa lo, adalah fotokopinya saja. Yang asli simpan dulu, karena perlu lo tunjukin ke kedutaan saat nyerahin paspor buat nempel visa.

.

| Baca juga: Kenapa permohonan visa gue ditolak? |

.

Dokumen yang perlu disiapkan oleh pihak sponsor/pasangan:

  • Fotokopi paspor — halaman depan beserta semua cap dan sticker visa.
    .
  • Kontrak kerja (minimal berlaku satu tahun sejak permohonan visa diterima oleh IND).
    .
  • Slip gaji 3 bulan terakhir.

.

Dokumen yang perlu disiapkan bersama:

Formulir 7518  (sekali lagi, download di website IND langsung).

Penjelasannya sebagai berikut:

  • Bagian 1. What is the situation of the foreign national
    centang kotak yang sesuai dengan keadaan lo
    .
  • Bagian 2. Civic integration examination abroad
    centang kotak yang sesuai dengan keadaan lo. Biasanya sih kotak pertama, yang menyatakan bahwa lo udah lulus ujian MVV dan hasilnya masih valid (belum melebihi 1 tahun)
    .
  • Bagian 3. Place of collection of ………
    isi sesuai dengan tempat dimana lo berencana mengambil visa MVV lo. Biasanya sih di Kedutaan Belanda di Jakarta
    .
  • Bagian 4. Tuberculosis
    centang kotak yang sesuai. Biasanya sih kotak terakhir, yang menyatakan bahwa elo belum tes TB di Belanda, dan akan mengisi lampiran “‘Declaration of intent to undergo a TB test” yang disediakan dalam formulir
    .
  • Bagian 5. Means of evidence
    dibaca dengan seksama, dan centang kotak yang sesuai dengan keadaan kalian (siapa yang pengen dibawa ke Belanda oleh si sponsor)
    .
  • Bagian 6. Biometric information ………
    dibaca saja
    .
  • Bagian 7. Your personal details (the sponsor)
    diisi dengan detail pasangan lo
    .
  • Bagian 8. Details of the foreign national
    diisi dengan detail lo
    .
  • Bagian 9. Identification
    dibaca saja
    .
  • Bagian 10. Signing
    diisi dan ditandatangani oleh pasangan lo. Jangan lupa jumlah lampiran yang lo kirim bersama dengan permohonan visa dihitung dan ditulis di bagian ini
    jan.
  • Bagian 11. Submitting the application and payment
    dibaca saja

.

Selebihnya adalah appendix (lampiran), dan hanya perlu lo isi sesuai dengan situasi lo masing-masing. Dalam keadaan gue, yang diisi adalah:

  • 1. Antecedents Certificate
    centang kotak pertama, yang menyatakan bahwa lo belum pernah dipenjara, dsb.
    isi dan tanda-tangani bagian kedua
    kirim bersama dengan permohonan visa
    .
  • 2. Fingerprints, passport photo, and signature
    dibaca saja
    jangan dikirim bersama dengan permohonan visa
    .
  • 3. Declaration of intent to undergo a TB test
    isi dengan lengkap
    kirim bersama dengan permohonan visa
    .
  • 4. TB test referral form
    isi sebisanya
    jangan dikirim bersama dengan permohonan visa
    formulir ini dibawa saat lo tes TB di Belanda nantinya, karena akan diisi oleh dokter dan dikirim ke IND oleh pegawai kesehatan Belanda
    .
  • 5. Exemption from the obligation to apply for a regular provisional ………
    tidak berlaku. Abaikan saja.
    jangan dikirim bersama dengan permohonan visa
    .
  • 6. Civic integration examination abroad
    tidak usah mencentang apa-apa, karena lo udah ngambil dan lolos ujian MVV.
    kirim bersama dengan permohonan visa dan sertakan bukti nilai ujian MVV lo
    .
  • 7. Declaration of relationship
    hanya diisi kalau lo dan pasangan lo belum menikah
    kirim bersama dengan permohonan visa (kalau berlaku)
    .
  • 8. Certificate of non-impediment
    hanya diisi oleh anak berusia 15 tahun atau lebih tua, dengan maksud untuk ngikut orang-tuanya ke Belanda
    kirim bersama dengan permohonan visa (kalau berlaku)
    .
  • 9. Employer’s declaration
    diisi oleh tempat kerja pasangan/sponsor lo. Kalau doi kerja di lebih dari satu tempat, tiap kantor harus ngisi
    kirim bersama dengan permohonan visa
    .
  • 10. Proof of income
    dibaca saja
    jangan dikirim bersama dengan permohonan visa
    .
  • 11. Declaration on income of self-employed person
    hanya diisi kalau pasangan/sponsor lo kerja wirausaha dan engga punya kontrak kerja. Ada bagian yang juga perlu diisi dan ditandatangani oleh akuntan independen yang menangani usaha pasangan/sponsor lo
    kirim bersama dengan permohonan visa (kalau berlaku)
    .
  • 12. Medical information disclosure consent form
    tidak berlaku (kecuali lo mengajukan dispensasi dari persyaratan MVV karena keadaan medis — lampiran ke-5). Abaikan saja
    hanya kirim apabila berlaku
    .
  • 13. Proof of medical situation
    tidak berlaku (kecuali lo mengajukan dispensasi dari persyaratan MVV karena keadaan medis — lampiran ke-5). Abaikan saja
    hanya kirim apabila berlaku
    .
  • 14. Submitting and paying for the application by the sponsor
    dibaca saja
    jangan dikirim bersama dengan permohonan visa
    .
  • 15. Declaration by sponsor
    diisi oleh pasangan/sponsor lo
    kirim bersama dengan permohonan visa
    .
  • 16. Questionnaire for residence with partner
    masing-masing pertanyaan (yang berlaku dalam situasi lo) dijawab oleh pasangan lo. Tiap pertanyaan baru harus dijawab pada lembar kertas yang baru pula. Tiap jawaban harus disertakan dengan bukti-bukti (foto, screenshot dari SMS atau chatting, tiket pesawat, fotokopi visa, dsb.)
    kirim bersama dengan jawaban dan permohonan visa
    .
  • 17. Exemption from the obligation to ………
    tidak berlaku. Abaikan saja
    jangan dikirim bersama dengan permohonan visa

.

Oh iya, seperti gue sebut tadi, hasil pengajuan visa gue udah keluar dalam waktu kurang dari 3 minggu. Kalau engga salah, pasnya 18 hari kerja. Tapi permohonannya diajukan langsung oleh laki gue ke IND Belanda. Dan itupun bukan saat musim libur. Kalau permohonan diajukan lewat kedutaan, atau pas musim libur, gue engga tahu apakah bakal bisa secepat itu.

Ternyata panjang lebar banget. Tapi moga aja cukup lengkap dan bisa ngebantu kalian-kalian yang lagi nglewatin proses yang sama.

Sekali lagi, mohon rajin-rajin periksa halaman IND dan DUO, karena seringkali ada perubahan-perubahan kecil yang bisa ngaruh besar ke permohonan visa lo.


 

MVV sudah di tangan dan udah mulai proses pindahan ke Belanda?
Baca juga bagian-bagian berikutnya:

Tes TB, dan mengurus kartu residen dan BSN Belanda
– Ujian inburgeren A2 di Belanda

.

kalau ada yang mau konsultasi seputar visa ke gue, silahkan baca caranya di sini

.

Semoga berhasil!

Advertisements

48 thoughts on “Pengalaman bikin visa MVV Belanda 2017

  1. Wah mbak Mae, ternyata ribet juga ya kalo prosesnya dari Indonesia. Kenalan2ku yang di Belanda emang rata-rata pakai visa seperti ini, mbak. Terus kalau aku baca blog mereka, suka kebingungan karena prosesnya ternyata lumayan ribet. Sementara karena aku mulainya sebagai pelajar, jadi agak lebih mudah karena setelah lulus langsung menetap di Belanda dan permit-ku juga disponsori oleh kantor dan gaji pribadi. (Paling nggak, korespondensi antara aku dan IND lebih gampang karena nggak perlu via Kedutaan)

    Tapi mbak Mae sudah di Belanda kan ya sekarang. Tinggal adaptasinya aja deh, hehehe…

    Like

    1. Iya, awal-awal aku suka baca pengalaman orang lain di blog, jadi males duluan liat segala macam persyaratan, formulir, dsb. Tapi setelah ngejalanin sendiri, ternyata jauh lebih mudah daripada yang dibayangkan. Dari segi dokumen yang dibutuhkan, engga banyak atau susah juga. Yang bikin ribet justru birokrasi negara Indonesia sendiri, bagi aku. Kaya bikin surat pernyataan belum menikah … harus lewat kepala RT, kepala desa, kecamatan, capil adawwww engga kepala sekolah SMA aja sekalian? males banget.

      Kalau lewat kedutaan tambah ribet ya? Permohonan kita dulu diajukan langsung ke IND juga sih sama lakiku. Mungkin karena itu bisa cepet banget keluar hasilnya. Sekarang udah di Belanda, yang bikin susah adalah mikirin lulus inburgeringsexamen setara A2 dalam waktu tiga tahun ini he he…

      Like

  2. Itu yg ga bisa bhs Inggris atau bhs Belanda, ngapain ngajuin MVV sih? apa krn pasangannya (wni) tinggal disana? aneh aja saya 😀 . Mae nanti saya masukin link tulisanmu ini ke tulisanku ttg MVV juga ya. Tahun 2012 saya pernah bikin tulisan MVV karena sering ditanya2 via email, pdhl ga ada sangkut pautnya saya dg Belanda. AKhirnya saya baca sana sini buat bikin tulisannya. Trus jadi rame yg komen nanya2, sebisa mungkin saya bantu jawab sambil cari dari google (rajin yakk haha), lalu ada wni di Belanda yg rajin bantu2 jawab juga di postinganku, tp beliau lama2 bete spt saya krn yg ditanya itu itu lagi yg mana jawabannya sdh ada di pstingan dan pernah ditanya seblumnya di komentar. Mereka yg pada nanya malas baca, langsung nanya di komen atau via email. ya udah saya tutup fasilitas komentarnya deh.

    Like

    1. Wah mbak bukannya tinggalnya di Jerman? Kok ya bisa banyak yg nanyain MVV Belanda … dikiranya semua negara Eropa sama kah peraturannya 😩 Baik banget mbak mau ngladenin, sampe bantu-bantu googling segala. Mending sekalian buka jasa visa adviser ha ha ha. Monggo di link, semoga mengurangi jumlah penanya.

      Like

      1. Iya Mae saya tinggal di Jerman. Dulu saya rajin jawab2in email masuk krn saat itu belum punya anak, skrg anaknya sdh 2 teteap aja sering masuk email nanya ini itu sol bule. Pengennya direspon sih, sayangnya setelah dibaca saya sering lupa balas hehe 😀 . Kalau buka jasa malah takut ga bisa konsisten ngerjainnya, ogah ah 😀 .

        Like

  3. Hai Mae, salam kenal. Mampir ke sini karena postinganku ttg Hallstatt ada komentarmu di sana. Trus baca tulisan ttg MVV mu ini jadi keingat jaman ngurus tahun 2014. Dulu niatnya juga akan kubikin tulisan di blog. Tapi karena ribet sama urusan tesis dan pindahan, trus adaptasi dll, akhirnya lupa. Tulisanmu ini lengkap sekali.

    Like

  4. Ms Mae, thanks buat sharing nya. Sangat membantu sekali. Ms Mae boleh share contact number guru private yg ngajarin Ms? Aku pengen kursus private juga. Thanks ya Mba.

    Like

  5. Halo Mae, thanks for sharing ya.. sedang akan berjuang dengan MVV demi pindah ke NL taon ini. Yosh!!
    Mae pakai agen ga untuk urus dokumennya? kalo ada mau ya kontaknya.
    dankjewel…

    Like

    1. Halo Mba Tata, good luck ya perjuangannya. Prosesnya panjang dan melelahkan, tapi engga *terlalu* sulit, kok.

      Ngurus dokumen untuk apa dulu? Kalau untuk sworn translator dan legalisir, aku pakai agen. Tapi kalau untuk persiapan semua dokumen dan pengajuan visanya sendiri, aku sendiri mba. Kalau perlu bantuan konsultasi visanya, saya sedia jasanya, yang bisa dilihat di tab “Konsultas Visa” (https://menurutmae.wordpress.com/konsultasi-visa/)

      Like

  6. hallo dear, ini saya masih proses pembuatan skbm, dan selanjutnya akan apply mvv. boleh tau gak contact person agen yg u minta tolong untuk translate n legalisir dokument?
    tlg email ke saya vello_v@yahoo.com, thanks for helping,

    Like

    1. Halo mba, seharusnya di surat/e-mail pemberitahuan diberi tahu apa yang perlu dibawa masing-masing pemohon. Yang jelas sih harus bawa paspor dan pas foto beserta semua official documents yang asli (termasuk hasil basisexamen).

      Like

  7. Halo Mae,

    Thanks ya udh posting soal visa mvv ini. Ngebantu bgt buat yg lagi raba2 soal dokumen2 yg dibutuhkan. Saya sdg ngumpulin segala dokumen utk dilegalisir kemenkumham (alhamdulillah udh), tinggal ke kemenlu & Kedubes Belanda. Tapi itu nanti dulu ke kedubes, soalnya Baru mau ujian inburgering 31 juli ini. Belum belajar bgt, cuma ngandelin YouTube (ya tuhan semoga lolos ujian). 🙏🏽. Baca postingannya jd merinding duluan, terutama soal ujian. Aseli blank. Hahhaa 😭

    Salam,
    Tania

    Like

    1. Halo Tania, good luck dengan proses MVVnya.. the exam’s not as difficult as it seems. Sebenernya gampang banget kok, cuma karena ada bau-bau istilah “ujian” aja jadi kesannya beraattt banget haha.

      Like

  8. Kak, mau nanya. Liat list penerjemah tersumpah di mana ya? kalau boleh tauu kakak terjemahin dimana/di siapa. makasih 🙂

    Like

      1. Saya Udah email kedutaan kak. Katanya mereka ga punya list. Adanya di kementrian hukum. Ribet juga ya. Soalnya kedutaan lain pada punya list

        Like

      2. Berarti mereka menerima ttd dari penerjemah manapun asal punya sertifikasi sebagai penerjemah tersumpah (sudah terdaftar dgn kemenkumham)
        Google saja penerjemah tersumpah daerah x untuk mencari kantor sworn translator yang terdekat.

        Liked by 1 person

    1. Halo mba, silahkan baca di formulir, bagian V-number ada keterangan “if known”. Ya berarti hanya di isi kalau sudah tau v-numbernya.

      Untuk pertanyaan seputar formulir juga bisa di lihat di contoh formulir yang aku kasih. Kalau kosong dan tidak ada keterangannya berarti tidak wajib di isi.

      Like

  9. Halo mba,

    Saya mau tanya perihal VVR, apakah dgn mengajukan MVV nanti akan otomatis dapat email dari IND untuk ambil VVR atau pengajuannya terpisah ya mba? Thanks before 🙂

    Like

  10. Hai, minta infonya dong untuk dokumen yang di legalisir, Birth Certificate yang udah dual language perlu di fotocopy lalu copy-annya dilegalisir juga atau dokumen aslinya aja, ya, yang dilegalisir? Trus Birth Certificate juga di legalisir ke Kedutaan Belanda, ya? Soalnya lagi ngitung biaya untuk jasa agen. Thanks.

    Like

    1. Halo mba, pertanyaannya sudah terjawab di bawah bagian “Dokumen yang perlu disiapkan oleh pihak pemohon visa”:

      (2) asli beserta terjemahannya dilegalisir oleh KEMENKUMHAM, KEMENLU, kemudian Kedutaan Belanda.

      Berarti kalau tidak ada terjemahan (karena sudah dual language) maka otomatis yang dilegalisir hanya aslinya saja.

      Like

    1. Halo mba, seperti sudah aku tulis di blog post: “permohonannya diajukan langsung oleh laki gue ke IND Belanda. ”

      Apply gak bisa online. Cuma appointment aja yang bisa dibikin online (kalo mau ngajuin via kedutaan). Nanti tetep harus dateng langsung ke kedutaan buat setor semua dokumen. Bisa dicheck langsung di website kedutaan Belanda untuk link buat bikin appointment.

      Kalo mau nyetor langsung ke IND gak perlu pake appointment, tinggal ngirim dokumen langsung ke alamatnya (alamatnya tertera di formulir MVV, ngirimnya kemana tergantung sama situasi masing-masing pemohon. Silahkan baca teliti formulirnya).

      Like

  11. Untuk dokumen yang dilegalisir terjemahannya harus berapa lembar ya ? Atau di fotokopi atau gimana ? Terima kasih mae 🙂

    Like

  12. halo mba mae, aku mau tanya proses dapat legalitas surat keterangan belum menikah dari KEMENKUMHAM, Kemenlu, dan Kedutaan belanda gimana ya?

    dari seluruh berkasku, hanya ini saja yg ditolak. karena hanya ada cap Dispendukcapil, Lurah, dan Camat.

    Apakah pengajuan legalisir KEMENKUMHAM, Kemenlu, dan Kedutaan Belanda harus ke Jakarta? (saya tinggal di Solo)

    terimakasih mba 🙂

    Like

    1. Iya mba, harus ke Jakarta karena memang semua kantor kementerian dan kedutaan ada di Jakarta. Atau pakai agen.

      Untuk prosesnya, biasanya sih hanya datang, ambil antrean, dan menunggu giliran. Tapi silahkan hubungi masing-masing kementrian yang bersangkutan, barangkali ada jam-jam tertentu saja untuk legalisir, ataupun ketentuan-ketentuan lainnya.

      Like

  13. Numpang nanya ya Mbak.., kan saya apply visa MVV via sponsor.., dan VISA saya udah di approve INDO.., untuk menjemput stempel visa di kedutaan belanda syaratnya apa aja ya.., terimakasih

    Like

    1. Halo kak, aku dulu engga harus nunjukin apa-apa, karena paspor dikirim ke rumah. Seharusnya sih cukup bawa ID dan mungkin bukti surat/e-mail dari kedutaan. Kalau mau tau amannya, mending langsung telpon kedutaan deh.

      Like

    1. Dokumen yang perlu disiapkan oleh pihak pemohon visa:

      – Fotokopi paspor (baru dan lama) — halaman depan beserta semua cap dan sticker visa.

      Surat keterangan belum menikah (bagi yang belum menikah) — ini (1) dikeluarkan oleh Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (untuk non-Muslim) atau Kantor Urusan Agama (untuk Muslim), (2) diterjemahkan ke dalam Bahasa Belanda/Inggris oleh penerjemah yang diakui Kedutaan Belanda Jakarta, lalu (3) asli beserta terjemahannya dilegalisir oleh KEMENKUMHAM, KEMENLU, kemudian Kedutaan Belanda.

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.