Duit gue, kenapa lo yang rempong?

Ini adalah kisah terakhir dalam rangkaian topik: Apply visa dengan sponsor pacar lebih susah?
Sebenernya masih banyak kasus-kasus lain yang gue temukan, tapi kayaknya cukup dengan tiga contoh cerita ini, you get the point, lah.

Untuk cerita yang ketiga ini, engga gue ambil dari satu kasus spesifik … tapi dari hasil curhatan/konsultasi beberapa orang yang visanya ketolak dengan alasan yang serupa: Visa officer tidak percaya bahwa elo memang betul-betul berniat menghabiskan uang lo untuk kunjungan tersebut.

Engga jelas, ya? Jadi gue terangkan dengan contoh kasusnya aja langsung.

Ini khususnya visa Inggris sih, tapi gue engga akan kaget kalau negara-negara lain juga ada yang memiliki pertimbangan yang sama/serupa.

.

DUIT GUE, KENAPA LO YANG REMPONG?

Salah satu contohnya adalah Mba Intan, yang pengen berlibur selama kurang-lebih dua minggu. Uang di tabungan lebih banyak daripada yang dibutuhkan untuk 14 hari liburan. Tapi nih, gajinya dalam setahun adalah (katakan saja) Rp. 48 juta. Sedangkan untuk liburannya ini, Mba Intan menyebutkan akan menghabiskan sekitar Rp 40 juta.
Visanya ditolak karena (menurut surat penolakan), Mba Intan tidak dapat meyakinkan si Entry Clearance Officer bahwa dia memang beneran berniat menghabiskan uang sebanyak itu untuk liburannya, apa lagi melihat bahwa dia mengaku akan menghabiskan hampir 85% dari gajinya selama satu tahun hanya demi 14 hari liburan.

Jadi meskipun tabungannya Mba Intan ini jauh lebih banyak daripada yang dibutuhkan, tetep aja si Entry Clearance Officer juga mempertimbangkan faktor-faktor lain, termasuk sumber dari duitnya itu … dan menurut officer itu, agak aneh aja kalau elo bakal rela ngabisin hampir semua gaji lo dalam setaun hanya demi liburan.

Contoh berikutnya lumayan sama. Mba Mawar, yang pengen liburan sekitar 21 hari. Kali ini visanya ditolak karena Mba Mawar menyebutkan akan menghabiskan sekitar Rp. 55 juta sedangkan uang dalam tabungannya adalah Rp 60 juta (misalnya).
Alasan penolakannya pun sama. Si ECO meragukan bahwa Mba Mawar memang berniat menghabiskan hampir 95% uang tabungannya hanya demi 21 hari liburan.

Masih ada contoh-contoh lainnya yang membuahkan hasil yang sama. Bahkan di beberapa kasus, ada yang sudah menyertakan detail travel yang rinciii banget, sampe reservasi segala macam tiket kereta, reservasi hostel di berbagai kota, dan sebagainya.

Tapi kalau gue perhatikan, ada beberapa hal yang (dalam sebagian besar kasus) menjadi common factor:

  • baru pertama kali pergi jauh (ke luar negara ASEAN)
  • rencana perginya sendirian (udah jauh banget dari rumah, baru pertama kalinya pergi, sendirian pula? Masa sih?)
  • bukti-bukti yang disertakan baru bersifat reservasi, dan belum dibayar (jadi engga bisa dijadikan bukti 100% bahwa elo emang niat ngeluarin duit buat ngebayar semua itu)
  • tujuannya hanya jalan-jalan (kenapa khususnya milih jalan-jalan ke UK — tidak dijelaskan)

Ya, kalo gue jadi si ECO pun gue juga akan bertanya-tanya … yakin bakal ngabisin duit segitu? Yakin belom pernah kemana-mana langsung mau sendirian mlancong ke negeri di belahan dunia lain?
Ah, palingan ada yang nemenin en nutupin biayanya entar. Kalo engga, ya dia ada kenalan di sini yang engga diakuin. Atau justru orang ini memang bener-bener nekat aja ya? Butuhkah kita turis nekat di negara Inggris?

Emang Indonesia, yang asal terima bule gila engga tau malu rela ngemis di jalanan?

Jadi selain alasan “engga percaya lo beneran niat ngabisin duit segitu”, beberapa kasus yang gue temuin ini juga ditolak dengan alasan tambahan, yaitu bahwa melihat segala macam dokumentasi yang tersedia, si ECO “meragukan kredibilitas tujuan kunjungan” mereka.

Di beberapa kasus yang gue temukan, ada juga yang ditambah faktor:

  • kontrak kerjanya udah hampir habis
  • “dana suntikan” yang masuk secara tiba-tiba ke tabungan
  • aliran dana ke tabungan tidak dapat dijelaskan (misalnya uang yang masuk per bulan jauh berbeda dari gaji dia per bulan)

Jadi tambah bertanya-tanyalah … nah ini jangan-jangan ada “sponsor” yang disembunyikan? ……

.

Tapi apakah berarti kalau lo masuk dalam salah satu kategori di atas (misalnya: mau pergi ke UK sendirian) otomatis visa lo akan ditolak?

Engga, lah. Kan si ECO ini membuat keputusan berdasarkan semua dokumen dan keterangan elo.

Dan ternyata memang teman-teman yang curhat atau konsultasi ke gue itu, lama-lama cerita bahwa sebenernya mereka engga sendirian, kok. Entah ada orang Inggris yang bakal berangkat bareng mereka, atau yang memang mau mereka kunjungin di Inggris. Dan memang mereka mungkin engga sampe ngabisin duit segitu, karena semua (atau sebagian) biayanya bakal dibayarin oleh si orang Inggris ini.

Ya, gue engga nanya kenapa lo engga bilang aja dari awal kalau bakal pergi bareng pacar. Kan bukan urusan gue. Tapi, ya coba dipikirkan aja, sih. Kalau dari awal jujur kan, (1) jadi lebih jelas tujuan lo kenapa pengen ke negara A khususnya, (2) lebih jelas kenapa lo berani untuk pertama kalinya pergi jauh dari Indonesia, (3) lebih jelas siapa yang akan ngebantu lo kalo misalnya terjadi apa-apa, (4) lebih jelas mengenai situasi finansial lo … yah pokoknya lebih jelas secara menyeluruh aja.

Terus, ada yang nanya ke gue … Kalau gitu, pas ngisi formulir, di bagian bakal ngabisin duit berapa selama liburan, aku kurangin aja gimana?

Ya, bisa sih, tapi jangan ngasal juga yak. Misalnya, pergi ke London selama 21 hari, trus lu bilangnya di formulir bakal ngabisin 10 juta doang? Yah, lo pikir ECO-nya engga ngerti pengeluaran rata-rata negaranya sendiri?

Sekali lagi peringatan gue cuma satu: Sekalinya bo’ong, pasti lebih banyak lagi kebohongan-kebohongan lain yang mengikuti. Akhirnya apa yang awalnya sebenernya simpel dan jelas, malah jadi meragukan dan penuh celah.

.

kalau ada yang mau konsultasi seputar visa ke gue, silahkan baca caranya di sini

.

Baca juga contoh kasus pertama dan kedua:
Ingin bertemu pacar online
Business trip sambil selingkuh

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.