Update pengalaman Tes Tuberculosis Belanda

Udah lama engga update blog yah, dan udah lama juga engga sempet baca-baca blog milik kawan-kawan blogger lainnya. Inipun sebenernya cuma nyempet-nyempetin aja buat nulis, karena barusan banget dapet kabar baru mengenai persyaratan izin tinggal Belanda.

Jadi udah pernah gue bahas sebelumnya mengenai cara ikut tes TB di Belanda setelah proses pindahan [bisa dibaca lengkapnya di sini]. Di posting itu gue nulis begini:

Dan sebagai informasi tambahan … staf GGD bilang ke gue bahwa Indonesia adalah high risk country; artinya, kalau mau aman, kita harus melakukan tes TB 5 kali dalam tiap enam bulan selama dua tahun! Engga wajib sih, karena IND hanya perlu surat yang dikirim pas pertama kita datang, tapi untuk ketenangan batin kita pribadi saja, ha ha.

 .
Nah, ternyata sekarang peraturannya berbeda. Ini peraturan baru banget, jadi kayaknya engga bakal ngaruh buat kawan-kawan yang udah lama pindah ke Belanda.

Prosedurnya sih masih sama seperti yang gue jelasin di post sebelumnya. Tapi bedanya, sekarang, Tes TB wajib dilakukan sebanyak lima kali. Jadi, tiap enam bulan sekali akan dapet undangan untuk ke GGD. Gue engga tahu peraturan ini berlaku bagi kawan-kawan yang baru pindahan tahun 2018 ini, atau tahun-tahun sebelumnya (tahun 2017 dan 2016) juga kena atau engga. Kalau kalian kena peraturan baru ini, nanti juga dapet undangannya kok lewat pos.

Yang jelas, dari tahun 2018 ke depan, kita semua wajib tes sebanyak lima kali. Memang awalnya gue kaget, kenapa dapet undangan lagi, padahal udah langsung tes TB saat datang, well saat gue telpon ke GGD, mereka menjelaskannya seperti aku sebut tadi.

*update*
Bisa dibaca beberapa comment thread di bawah; rupanya banyak yang dari dulu sudah harus tes tb 5x… tapi ada juga yang hanya perlu tes tb 2x atau 1x tergantung daerahnya. Mungkin sekarang ini baru mulai disamaratakan.

Kemarin itu banyak yang kaget dan pada parno kenapa mereka diundang tes lagi. Satu ibu-ibu sampai panik karena sekitar tahun 2013 dia sempat tinggal di Belanda, tapi tahun 2017-an dia pindah dan tinggal di Singapur selama satu tahun sehingga izin tinggal Belandanya hangus. Tahun 2018 ini dia kembali ke Belanda lagi dengan residence permit yang baru … tempat tinggal masih di daerah yang sama. Bedanya dulu dia hanya perlu tes tb 1x, dan sekarang diundang lagi. Dia sampe nanyain para staf apakah dia punya gejala tb … dan para staf juga engga bisa jawab karena bukan mereka yang pegang hasil scannya dia, ha ha.

Jadi jangan kaget kalau dapet undangan tiba-tiba, ya!

Advertisements

17 thoughts on “Update pengalaman Tes Tuberculosis Belanda

  1. […] Waktu tes TB ini, gue cuma perlu rontgen dada saja, jadi engga pake disuntik. Oleh GGD setempat, mereka bilang hanya akan menghubungi kita melalui telepon kalau terlihat gejala TB. Jadi intinya, no news is good news. Dan sebagai informasi tambahan … staf GGD bilang ke gue bahwa Indonesia adalah high risk country; artinya, kalau mau aman, kita harus melakukan tes TB 5 kali dalam tiap enam bulan selama dua tahun! Engga wajib sih, karena IND hanya perlu surat yang dikirim pas pertama kita datang, tapi untuk ketenangan batin kita pribadi saja, ha ha. Sekarang ada peraturan baru tentang tes TB, silahkan di baca di sini. […]

    Like

  2. Aku pindah tahun 2015 awal dan sudah wajib melakukan tes TBC sebanyak lima kali. Itu wilayah Den Haag dan gratis. Sebelum tahun 2015 menurut info dari teman2 yg lebih dulu pindah ke sini (lebih tepatnya di Den Haag ya) juga sudah harus tes sebanyak 5 kali. Kapan mulainya tepatnya, ga tahu. Soalnya pas angkatan aku pindah, beberapa kenalan di beberapa kota berbeda juga beda2 berapa kali wajibnya. Ada yg cuma sekali di daerah Den Bosch, ada yang dua kali di daerah lain.

    Like

    1. Kok lucu ya..
      Pas aku tes pertama kalinya, memang oleh pegawainya dikasih tau kalau mau aman tes TB 5 kali, tapi dia bilang itu engga wajib dan hanya anjuran saja.

      Pas aku tes kedua kalinya kemaren pun berbarengan dengan orang-orang lain dari Asia Tenggara yang juga pada bingung.
      Bahkan ada yang dulu pernah punya MVV dan tinggal di Belanda 4 tahun, tapi kemudian harus pindah ke Singapur selama satu tahun, jadi residence Belandanya hangus, dan tahun 2018 ini dia pakai MVV baru. Dia juga sempat nanya-nanya dengan pegawai, kenapa sekarang harus 5 x tes TBnya, sedangkan dulu dia cuma perlu 1 x. Pas dijelaskan sama petugas GGDnya, katanya memang peraturan baru (dia engga bilang sih “baru” itu dari tahun berapa), dan sebelumnya hanya anjuran saja.

      Mungkin memang beda per wilayah ya, ada yang wajib 5x, ada yang anjuran saja, tapi kok malah lucu peraturannya, jadi kayak engga konsisten gitu tanggapannya terhadap potensi TB.

      Like

    2. Aku baru nanya beberapa teman yang datangnya ga beda2 jauh dari aku (tahun 2015 tapi beda2 bulan). Yg area GGD Alkmar Noord, gratis dan sudah 4 kali tes dari 5 kali yg ditulis dalam surat (dia ga yakin ini wajib atau ga). Yang di wilayah Maastricht, dia tes 2 kali dari 5 kali yg disuruh dan gratis. Setelahnya dia ga pernah tes2 lagi. Jadinya ga wajib di wilayah sana. Nah kalau di GGD Den Haag yakin diwajibkan karena pas tes ke 5 aku ga bisa datang (karena ada kondisi yang ga memungkinkan aku tes TBC), mereka bilang kalau sudah memungkinkan keadaannya, disuruh segera tes karena wajib terpenuhi sampai 5 kali. Dan ini gratis. Jadi nampaknya beda kota beda peraturan ttg masalah wajib dan tidaknya. Kalau sekarang diwajibkan semuanya harus tes 5 kali, berarti enak serempak dan sama peraturannya. Itu gratis ga Mae kalau sekarang?

      Like

      1. Kalau aku selama ini gratis. Bukannya memang gratis kalau tes TB untuk keperluan residence permit, ya? Temanku yang udah pindah dari zaman 2005-an dan tante yang pindah sekitar 10 tahun yang lalu katanya engga dipungut biaya buat tes TB. Tapi memang sih mereka hanya perlu tes TB satu kali saja, dan gw engga tau dulu mereka tinggalnya di wilayah mana.

        Like

  3. Wah berarti aku bakal disuruh tes TB lagi donk. Dan kemarin di GGD Utrecht, aku bayar 46 euro, padahal sudah bawa kertas TB yang nunjukkin kalo itu buat residence permit. Dan ga sama sekali dikasi info buat tes lagi.

    Like

    1. Ha?? Harus bayar? Wah, baru tahu aku kalau ada daerah yang harus bayar. Itu dirimu pas bikin appointment juga udah bilang padahal buat persyaratan IND?
      Tapi at least harusnya tetep dicover asuransi sih, coba di claim aja.
      Aku juga pas pertama tes engga dikasi info buat tes lagi kok, justru dikasih taunya cuma wajib tes satu kali aja… eh, tau-tau dapet undangan lagi, and baru setelah itu dijelasin peraturan barunya. Tapi mungkin seperti Mba Denaldd bilang di atas, per daerah mungkin beda-beda harus tes berapa kali.

      Like

      1. Iya dan aku iri banget sama yg ga harus bayar. 46 euro gitu lho. Lumayan kan.
        Aku ga pernah dpt undangan, tapi aku datang sambil bawa form IND. Setauku 3 bulan setelah pindah harus udah TB makanya aku ke GGD Utrecht sambil bawa form itu.
        Ya mungkin juga sih tiap GGD beda. Tapi kalo harus bayar lagi smpe 5 kali tes TB, kan sayang uangnya.

        Like

      2. Iya, memang sebelum 3 bulan harus udah tes TB pertama. Moga aja cuma sekali doang kalau gitu tesnya. Aku dulu engga bayar karena mereka ngecheck langsung detail asuransiku di sistem mereka. Coba di-claim aja langsung ke asuransinya, mba.. lumayan banget 46 euro apalagi kalau harus sampe 5 kali.

        Like

  4. Errr saya dateng tahun 2002 juga udah wajib tes TB 6 bulan sekali selama 2 tahun berturut2. Kakak saya pindah ke Belanda tahun 1998 juga gitu aturannya. Jadi ini aturan udah lama. Bukan baru.

    Like

      1. Mae, aku lebih bingung dgn participatieverklaring. Itu kita yg harus proactive bikin appointment dgn gemeente atau nunggu surat undangan? Karena surat yg aku terima dari IND bilang kalau gemeente nanti yg akan ngundang, tp sudah 6 bulan lbh aku gk dpt undangan, dan pas kita tlp. gemeente mereka tdk tau menahu ttg participativerklaring, katanya itu urusan dengan DUO.

        BTW pacarku (skrg suami) dulu pndah thn 2006 cuma dipanggil TB sekali. Sedangkan skrg aku juga udah dpt panggilan tes TB kedua. Tapi dulu dia tinggal somewhere ini noord holland sih, skrg kita di selatan.

        Like

      2. oops and sorry double post, aku gabisa delete comment satunya lagi. silahkan dihapus, maap tdk bermaksud ngespam

        Like

  5. Mae, aku lebih bingung dgn participatieverklaring. Itu kita yg harus proactive bikin appointment dgn gemeente atau nunggu surat undangan? Karena surat yg aku terima dari IND bilang kalau gemeente nanti yg akan ngundang, tp sudah 6 bulan lbh aku gk dpt undangan, dan pas kita tlp. gemeente mereka tdk tau menahu ttg participativerklaring, katanya itu urusan dengan DUO.

    BTW pacarku (skrg suami) dulu pndah thn 2006 cuma dipanggil TB sekali. Sedangkan skrg aku juga udah dpt panggilan tes TB kedua. Tapi dulu dia tinggal somewhere ini noord holland sih, skrg kita di selatan.

    Like

    1. Participatieverklaring itu masih termasuk persyaratan (lumayan) baru, jadi mungkin belum semua gemeente tahu. Aku pas mau bikin juga sama, gemeente malah bilang itu urusan dengan IND atau DUO. Kita sampai nelfon dulu ke IND, dapet konfirmasi bahwa ini harus diurus melalui gemeente, baru telfon balik ke gemeente dan ditindaklanjuti melalui e-mail. Baru setelah itu aku dapat e-mail mengenai participatieverklaring itu dari gemeente dan caranya bagaimana.

      Katanya tiap daerah participatieverklaringnya bisa beda-beda ketentuannya. Sebaiknya kamu hubungi juga gemeentemu lagi, kalau perlu minta mereka konfirmasi ke atasannya karena ini memang harus lewat gemeente.

      Liked by 1 person

      1. Thanks Mae, at least jd dikit lega, gk cuma aku yang ngalamin masalah dgn ini hehe…. habisnya katanya dkasi waktu setaun untuk sign participatieverklaring, enam bulan masih belum kelar dan gemeente sndiri malah gak tau menahu, jadi mulai dikit paniek hehe

        Liked by 1 person

      2. No problem, good luck, Indie. Aku juga belum kelar kok ini urusannya, masih nunggu. Katanya gemeente mereka ngumpulin orang sejumlah xx dulu yang pada mau sign participatieverklaring, baru nanti akan dihubungi lagi. Makanya ini kalau ada e-mail e-mail dengan gemeente kita simpan, kalau lewat satu tahun dan belum tandatangan kata IND akan dikenakan denda, jadi kalau ada bukti-bukti e-mail bisa kita tunjukan kalau bukan salah kita.

        Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.